Pentingnya Melakukan Pergantian Air Kolam Nila Secara Rutin


Pertanianku – Dalam pemeliharaan ikan, termasuk pembesaran nila, perubahan air yang mendadak sering kali terjadi. Perubahan yang terjadi tidak mengarah ke peningkatan kualitas air, tetapi justru sebaliknya. Perubahan yang mengarah ke penurunan kualitas air memang seharusnya dihindari karena tentu saja sangat tidak diharapkan.

Lakukan Pengolahan  Dasar Kolam Nila

Dampak paling buruk dari keadaan ini adalah kematian ikan. Perubahan kualitas air dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya oleh endapan sisa pakan dan kotoran ikan. Keduanya akan mengalami pembusukan sehingga menimbulkan racun, terutama amoniak (NH3) dan karbondioksida (CO2). Racun-racun tersebut dapat menimbulkan dampak lain, yaitu penurunan kandungan oksigen dalam air sehingga proses pernapasan ikan menjadi terganggu.

Jika pernapasan ikan sudah terganggu, organ-organ lain juga turut terganggu, termasuk organ pencernaannya. Akibatnya, nafsu makan menjadi menurun dengan drastisnya. Jangankan untuk makan, untuk mempertahankan hidup saja sulit. Akibat lain yang muncul adalah menurunnya kondisi tubuh. Dengan demikian, ikan tidak dapat menahan perubahan lingkungan. Lebih parahnya, ikan tidak dapat menahan serangan penyakit.

Pergantian air kolam dapat dilakukan dengan mudah. Jika kolamdilengkapi dengan saluran pembuangan air, caranya sederhana, yaitu dengan membuka pintu saluran pembuangan. Dengan membuka bagian tersebut, air dapat mengalir dengan mudah. Air dibiarkan mengalir keluar hingga setengah bagian kolam. Namun, air yang mengalir harus dari bagian dasar kolam karena kualitas air pada bagian itulah yang paling buruk. Agar ikan tidak terbawa arus, pintu pembuangan harus dipasang jaring atau saringan agar ikan tidak ikut terbawa keluar.

Setelah air kolam surut, biasanya ikan terlihat lebih padat karena kekurangan air. Setelah dikurangi setengah, alirkan air kembali dengan membuka pintu masuk air. Tentu saja pintu pembuangan harus ditutup terlebih dahulu. Air tersebut dibiarkan mengalir ke kolam hingga mencapai ketinggian semula sebelum air dikeluarkan. Debit air jangan terlalu besar agar tidak mengganggu kenyamanan ikan.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Pergantian air yang baik dilakukan dua minggu sekali sebanyak 50% dari total ketinggian kolam. Jadi, jika tinggi kolam 100 cm, jumlah air yang dikurangi sebanyak 50 cm. Setelah dikurangi, kolam diisi air baru sampai ketinggiannya kembali seperti semula, yaitu 100 cm.

 

Sumber: Buku 6 Jurus Sukses Pacu Pertumbuhan Nila Panen 60 kg/m

 

loading...
loading...