Pentingnya Mengontrol Kualitas Air Gurami


Pertanianku – Salah satu faktor penting yang berperan dalam keberhasilan pembenihan gurami adalah kualitas air. Beberapa parameter yang berkaitan dengan kualitas air yang harus diperhatikan di antaranya pH, suhu, dan kekeruhan air.

Kontrol Kualitas Air Gurami

  1. pH air

Derajat keasaman (pH) air yang sesuai untuk benih gurami berkisar pada angka 6,5—7,5. Apabila belum sesuai dengan yang diinginkan, pH air dapat diatur dengan menambahkan larutan asam atau basa. Untuk mengubah pH air ke nilai yang lebih rendah, digunakan larutan asam, misalnya asam fosfat. Sementara itu, bila menghendaki nilai pH air yang lebih tinggi maka digunakan larutan basa, misalnya sodium bikarbonat atau soda. Pengubahan pH air dilakukan sebelum air digunakan sebagai media hidup ikan. Perubahan pH tidak disarankan pada air yang sudah berisi ikan.

Untuk menaikkan satu tingkat nilai pH air dalam akuarium berukuran 100 x 50 x 40 cm (misalnya dari 5 menjadi 6), cukup memberikan sodium bikarbonat atau soda sekitar 1/2 sendok teh atau sekitar 1 g. Sebaliknya, untuk menurunkan pH sebesar satu angka dapat memberikan asam fosfat sebanyak 1 g.

  1. Suhu air

Suhu air yang sesuai sangat mendukung kehidupan larva/ benih secara optimal. Untuk larva/benih gurami, suhu air yang ideal adalah 28—30° C. Apabila suhu air rendah, bakteri-bakteri yang tidak dikehendaki akan mudah berkembang biak. Pada air yang memiliki suhu yang hangat, bakteri akan mati dan tidak akan berkembang biak.

Selain itu, air yang memiliki suhu hangat akan merangsang larva/benih untuk meningkatkan frekuensi makan karena proses metabolisme ikan juga akan berlangsung lebih cepat. Untuk menaikkan suhu air agar tetap hangat dapat dilakuka dengan menempatkan akuarium di ruangan yang tertutup dan atapnya terbuat dari fiberglass sehingga dapat menyerap panas. Cara lainnya adalah dengan meletakkan kompor yang dibiarkan menyala di ruangan tertutup tersebut. Air dalam akuarium juga dapat ditingkatkan suhunya dengan menggunakan heater. Dengan alat ini, suhu ruangan dapat diatur sesuai dengan keinginan.

  1. Kekeruhan air

Air untuk media hidup benih sebaiknya diusahakan jangan terlalu keruh. Pada air yang keruh, partikel-partikel kecil yang terkandung di dalamnya dapat mempengaruhi proses kerja insang larva/benih gurami. Kekeruhan air dapat dihilangkan dengan cara filterisasi atau pengendapan. Air yang akan digunakan dimasukkan ke dalam bak penampungan selama satu hari satu malam agar partikel-partikel dalam air mengendap. Jika air dalam penampung langsung digunakan, air tersebut perlu diaerasi terlebih dulu. Selain diendapkan, air yang banyak mengandung partikel juga dapat disaring dengan saringan mikron yang berdiameter sangat kecil. Apabila saringan mikron tidak diperoleh maka dapat digunakan kain kaos yang halus.

 

Sumber: Buku Usaha Pembenihan Gurami