Pentingnya Pakan Mandiri untuk Genjot Budidaya Ikan

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan yang digawangi oleh Wahyu Sakti Trenggono memiliki tiga program prioritas, dua di antaranya adalah peningkatan produktivitas komoditas budidaya ikan berorientasi ekspor dan pembangunan kampung-kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal. KKP melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar pelatihan membuat pakan mandiri untuk mendukung kedua program prioritas tersebut.

pakan mandiri
foto: Pertanianku

Hal ini lantaran karena biaya pakan terbilang tinggi sehingga menjadi momok bagi pembudidaya. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya inovasi pakan mandiri untuk meningkatkan efisiensi produk. Berangkat dari problematika tersebut, Puslatluh KP menggelar pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Tulang Bawang, Lampung.

Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, menyampaikan, pakan memegang peranan yang sangat penting di dalam budidaya. Kusdiantoro menegaskan, KKP sangat fokus terhadap masalah pakan yang tentunya berpengaruh langsung terhadap program terobosan KKP.

“Komitmen KKP dalam menekan biaya pakan pabrikan direalisasikan melalui program Gerakan Pakan Ikan Mandiri. Untuk itu, kami hadir hari ini memberikan layanan pelatihan kepada masyarakat agar mampu membuat pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar,” tutur Kusdiantoro seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Pada pelatihan tersebut peserta diberikan materi-materi, mulai dari pemilihan bahan baku yang sesuai dengan ketersediaan alam, menyusun formulasi pakan, fermentasi bahan baku, pencetakan pakan, uji kualitas pakan, hingga pengemasan dan penyimpanan pakan.

Kepala Puslatluh KP, Lily Aprilya Pregiwati, menjelaskan, 60–70 persen biaya produksi dialokasikan untuk biaya pakan. Oleh karena itu, pakan yang diberikan harus bisa bekerja secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan ikan. Pembuatan pakan mandiri perlu memperhatikan uji kualitas pakan.

“Selain pakan mandiri, masyarakat juga perlu didorong untuk menggunakan pakan alami seperti magot yang dapat dipakai sebagai pengganti tepung ikan yang selama ini masih bergantung pada impor. Selain itu, magot bisa meningkatkan daya tahan tubuh ikan, mempercepat pertumbuhan, mempercepat kematangan gonad, dan memperbaiki kualitas warna ikan karena mempunyai nutrisi yang tinggi protein,” terang Lily.

Baca Juga:  Asia Organic Youth Forum 2021, Cetak Petani Organik Milenial di Asia

Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, terkenal sebagai sentra budidaya ikan air tawar. Daerah ini terbilang potensial karena ketersediaan bahan baku lokal untuk pakan mandiri cukup melimpah.