Pentingnya Sanitasi dan Higienis pada Jamur


Pertanianku – Petani jamur akan selalu menjaga kumbung jamurnya agar terhindar dari kontaminan (organisme pencemar atau gulma) dan hama. Walaupun selalu tertutup, tidak berarti kumbung jamur dapat terbebas dari infeksi atau pencemaran dari luar. Untuk menghindari pencemaran atau sumber infeksi maka sangat dianjurkan dilakukan beberapa hal berikut.

Sanitasi dan Higienis Jamur

1) Udara masuk dan keluar sebaiknya tersaring. Gunakan kasa nyamuk pada jendela selama dibuka. Gunakan pintu dan jendela yang dapat ditutup rapat.

2) Gunakan keset (foam) yang setiap pagi dibasahi dengan karbol 2% atau kloroks 2%.

3) Bersihkan teras kumbung dari kotoran atau sisa merang/kapas/ dedak. Kalau diperlukan (bila banyak cendawan oncom Manilla atau Rhizopus atau kontaminan lain), sterilkan kumbung setiap hari setelah dicuci. Sterilisasi dilakukan dengan penyemprotan larutan formalin 2% dan dibiarkan selama 24 jam. Bila sedang melakukan perlakuan formalin, gunakan penutup hidung dan jangan masuk ke dalam kumbung karena formalin sangat beracun dan mematikan. Bila tidak dapat menjaga kesehatan diri, sebaiknya jangan memakai formalin, tetapi kloroks 2%.

4) Amati selalu ruang di dalam maupun di sekitar kumbung agar terhindar dari lalat, tungau, dan tikus. Lalat dan tungau dapat membawa spora kontaminan. Ayam pun jangan sampai masuk ke dalam kumbung.

5) Selalu cuci tangan dan kaki, berpakaian bersih, serta perlakukan dengan kasih sayang selama pemeliharaan jamur. Artinya, jangan menyiram, membersihkan, atau memetik jamur dengan cara kasar.

6) Hindari keluar-masuk kumbung yang terlalu sering, apalagi pindah dari kumbung satu ke kumbung lain. Hal ini akan mempercepat terjadinya pencemaran. Kalau perlu memeriksa kumbung hingga ke dalamnya, lakukan pemeriksaan mulai dari kumbung yang paling muda stadia pertanaman jamurnya.

Baca Juga:  Harga Vanilli Diprediksi Terus Membubung Tinggi Hingga 2028

7) Jangan memungut kompos atau bibit yang sudah jatuh ke tanah dan meletakkannya pada rak jamur pada sabut penanaman bibit atau setelah sterilisasi.

8) Petik sesegera mungkin jamur yang payungnya sudah berkembang atau baru pecah agar terhindar dari pemencaran spora.

9) Gunakan keranjang atau wadah lain yang bersih dan selalu dicuci bersih setelah digunakan serta disimpan di tempat tertutup agar tidak dicemari lalat atau hama lain yang dapat membawa kontaminan saat dibawa ke dalam kumbung.

10) Selalu kumpulkan kotoran, media tercemar, sisa media yang jatuh ke tanah, atau jamur Coprinus dalam kantong tertutup.

11) Selalu perhatikan kebersihan dan seaseptik mungkin saat bekerja dalam kumbung seperti menyiram, memanen, dan membersihkan gulma dari jamur.

 

Sumber: Buku budidaya jamur merang