Penyakit Cabai yang Sering Menyerang di Musim Hujan

Pertanianku — Saat ini sudah banyak penjelasan mengenai cara budidaya cabai pada musim hujan. Salah satu tantangan budidaya cabai di tengah musim hujan ialah serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Serangan penyakit cabai di musim hujan tergolong lebih tinggi dibanding hama.

penyakit cabai
foto: Pertanianku

Penyakit cabai yang sering menyerang di musim hujan adalah layu fusarium dan layu bakteri. Intensitas serangan kedua penyakit akan meningkat ketika kondisi kelembapan tinggi yang notabene selalu terjadi saat curah hujan sedang tinggi.

Serangan kedua penyakit tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli pestisida. Pasalnya, penyakit harus segera ditangani dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih parah.

Petani kerap menyiasati serangan kedua penyakit dengan memberikan naungan pada bedengan tanaman dengan menggunakan plastik bening transparan atau kain strimin. Terkadang, petani menggabungkan kedua naungan tersebut dengan menggunakan kerangka bambu yang dibuat berbentuk melengkung dan memanjang sepanjang bedengan cabai.

Kerangka dibuat agar tudung plastik bisa dibuka dan ditutup. Tudung plastik akan dibuka ketika siang hari, lalu ditutup pada malam hari atau saat hujan sedang turun. Dengan adanya tudung plastik, petani bisa menghemat biaya pestisida karena tudung tersebut bersifat mencegah serangan.

Meskipun sudah menggunakan tudung, petani juga tetap perlu menyemprotkan pestisida setiap satu minggu sekali untuk melindungi tanaman cabai dari layu bakteri dan layu fusarium.

Penanaman yang dilakukan pada musim hujan juga harus memperhatikan tingkat kepadatan tanam sebelum memindahkan bibit ke lahan tanam. Populasi tanaman tidak boleh lebih dari 17.000 tanaman per hektare. Jarak tanam yang digunakan dapat berupa pola zig zag atau segitiga. Selama budidaya, tanaman cabai harus dipelihara secara intensif agar hasil yang didapatkan lebih optimal.

Baca Juga:  Jenis Pisang yang Laku di Pasaran

Biasanya, hasil panen pada musim hujan relatif lebih sedikit dibanding musim kemarau. Namun, bobot buah yang dihasilkan jauh lebih tinggi karena mengandung air lebih banyak. Meskipun begitu, risiko kerusakan pada buah yang dipanen pada musim hujan cenderung lebih tinggi sehingga perlu penanganan yang benar.