Penyakit Potong Leher pada Padi dan Cara Mengatasinya


Pertanianku Penyakit potong leher atau blas (Pyricularia grisea), semula hanya menjadi masalah tanaman padi gogo. Apa saja gejala penyakit potong leher pada tanaman padi dan bagaimana mengatasinya?

Penyakit potong leher
Foto: Pixabay

Penyakit potong leher semula hanya menjadi masalah pada tanaman padi gogo, tetapi saat ini juga menjadi masalah pada padi sawah. Sudah diketahui pula varietas-varietas unggul baru (VUB) pun ternyata tidak luput dari serangannya. Jika penyakit blas menyerang menjelang panen, dapat menurunkan hasil sampai 70%.

Penyakit blas menginfeksi tanaman padi pada fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, penyakit ini menginfeksi daun disebut blas daun (leaf blast). Gejalanya, berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya mempunyai tepi cokelat atau cokelat kemerahan.

Serangan pada fase generatif akan menginfeksi leher malai yang disebut blas leher (neck blast). Akibatnya, ujung tangkai malai menjadi busuk, mudah patah, dan gabah hampa. Berdasarkan gejala ini, penyakit blas pada fase generatif lebih dikenal dengan nama potong leher atau busuk leher (neck rot) atau penyakit busuk pangkal malai. Penyakit blas pada fase generatif (potong leher) lebih merugikan daripada blas daun (fase vegetatif).

Perkembangan penyakit blas dipicu oleh penanaman varietas padi yang peka, jarak tanam rapat dan pemupukan N tinggi tanpa diimbangi dengan P dan K. Selain itu, penyakit blas tergolong seed born disease (penyakit terbawa biji/benih). Memerhatikan fakta ini, direkomendasikan pengendalian penyakit blas sebagai berikut.

  1. Tanam benih sehat. Benih sehat adalah benih yang tidak membawa patogen blas. Benih ini berasal dari tanaman yang tidak terserang patogen blas (tidak bergejala blas, baik daun maupun pangkal malai). Benih sehat juga dapat diperoleh dengan perlakuan benih menggunakan fungisida sistemik
  2. Tanam varietas tahan. Inpari 4, 11, 14 dan Inpari Sidenuk tahan/toleran terhadap penyakit potong leher. Penggunaan VUB ini menurunkan infeksi penyakit potong leher 46—94%, tergantung VUB yang digunakan.
  3. Tanam cara jajar legowo. Dengan tanam jajar legowo, kelembapan di pertanaman padi tidak tinggi dapat menghambat perkembangan penyakit blas.
  4. Pemupukan NPK sesuai kandungan hara tanah. Dengan pemupukan NPK sesuai kandungan hara tanah, kebutuhan unsur hara tanaman padi dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tumbuh optimal dan dapat mempertahankan diri dari gangguan penyakit blas.
  5. Menyemprot tanaman padi dengan fungisida. Fungisida Tricyclazole efektif mengendalikan penyakit blas leher bila disemprotkan pada saat bunting dan berbunga.
Baca Juga:  Cara Gampang Membuat Perangkap Hama Tikus Sawah