Penyakit Velvet, Penyebab Ikan Cupang Berenang Cepat Tak Terarah

Pertanianku — Penyakit velvet atau penyakit selaput embun disebabkan oleh serangan parasite Saprolegnia sp. Penyakit ikan cupang ini ditandai oleh banyak gejala. Salah satunya, ikan cupang yang tiba-tiba berenang cepat tanpa arah. Ikan akan terlihat terdiam di dasar akuarium atau permukaan air media, tetapi secara mendadak ikan akan berenang cepat seperti berlari mengelilingi akuarium.

penyakit ikan cupang
Foto: dok. Pertanianku

Selain berenang dengan cepat, ikan terlihat seperti sedang mabuk dan menggetar-getarkan tubuhnya. Penyakit ikan cupang ini membuat ikan terlihat tergesa-gesa saat menambil napas.

Penyakit velvet dapat disebabkan oleh banyak faktor. Pertama, penurunan suhu air media yang terjadi secara drastis akibat perubahan cuaca dari musim panas ke musim hujan. Perubahan suhu tersebut mempercepat masa inkubasi parasit.

Penyebab selanjutnya adalah kualitas air yang kurang bagus, terutama keasaman (pH) air yang rendah karena media tidak diganti. Penyakit juga bisa disebabkan oleh media sering terkena air hujan secara langsung. Selain itu, air media yang terlalu kotor akibat endapan kotoran dan sisa pakan di dasar kolam.

Ikan yang sudah terserang penyakit velvet akut akan memiliki selaput seperti lendir yang terkelupas pada bagian tubuh dan muka, sirip terlihat rusak seperti digigit, ikan terlihat lesu, kehilangan nafsu makan, siripnya terlihat menguncup, tubuh akan terlihat memar dan berborok, hingga pada akhirnya ikan akan mati.

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan pada dua wadah. Wadah pertama dibubuhi obat antijamur berbahan aktif formalin seperti Blitz Icht, Fishmate, atau Root Stop. Formalin tersebut diberikan dengan konsentrasi 0,3—0,5 ml/liter air media. Selanjutnya, pada wadah kedua dibubuhi obat antibiotik, seperti Furazolidone, Tetracycline, atau Octazine dengan konsentrasi satu tablet (250 gram) per 20 liter air.

Baca Juga:  Artemia, Pakan Ikan Alami Favorit Kaya Nutrisi

Pertama-tama, ikan dimasukkan ke wadah pertama selama 30 menit. Selanjutnya, ikan dipindahkan ke wadah kedua dan didiamkan selama 2—3 jam. Setelah itu, ikan dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan yang air medianya sudah diganti dengan yang baru.

Pengobatan perlu dilakukan selama 5—7 hari hingga ikan sembuh. Selama pengobatan, ikan tetap diberikan pakan. Ikan yang sehat akan terlihat mulai lahap memakan pakan.