Penyakit yang Sering Menyerang Kambing dan Domba


Pertanianku — Bicara soal penyakit yang sering menyerang kambing dan domba, maka dapat dibagi menjadi dua. Pertama, penyakit yang disebabkan infeksi (virus, bakteri, parasite, dan jamur). Kedua, penyakit yang disebabkan non-infeksi (penyakit gangguan metabolisme dan penyakit keracunan makanan).

penyakit yang sering menyerang kambing dan domba
Foto: Pixabay

Berikut ini akan diuraikan mengenai jenis penyakit yang sering ditemukan pada ternak kambing dan domba kecil yang dapat menyebabkan kerugian.

Penyakit Infeksi

Penyakit infeksi yang terjadi pada ternak kecil adalah virus, bakteri, dan parasit. Penyakit ini biasanya bersifat akut dan terkadang dapat menimbulkan kematian mendadak, sedangkan parasit kebanyakan bersifat kronis.

  1. Penyakit karena virus

Virus yang sering menyerang pada kambing dan domba adalah orf dan bluetongue. Virus orf akan menyebabkan kulit ternak melepuh pada bagian tertentu, terutamanya pada bibir, lidah, hidung, sekitar mata, ambing, dan vulva. Untungnya, penyakit ini dapat disembuhkan dengan sendirinya.

Sementara itu, virus bluetongue akan menyebabkan angka mortalitas tinggi, biasanya ditandai dengan gejala, yaitu demam tinggi, air ludah meleleh, pembengkakan pada wajah dan lidah, juga kebiruan pada lifda.

  1. Penyakit karena bakteri

Infeksi bakteri yang paling berbahaya pada ternak domba dan kambing adalah bakteri antraks (Bacillus antahacis). Penyakit ini bersifat zoogenesis dengan gejala perdarahan yang keluar dari seluruh lubang yang ada di tubuh ternak dan akan mengakibatkan kematian mendadak.

  1. Penyakit karena parasit

Ada tiga jenis penyakit yang disebabkan parasit pada ternak kambing dan domba yang sering ditemukan, yakni penyakit kudis pada kulit (scabies), penyakit parasit saluran pencernaan (haemonchosis), dan penyakit cacing hati (fascioliasis).

Penyakit Non-infeksi

Penyakit non-infeksi sangat berhubungan erat dengan manajemen pemeliharaan, lingkungan, dan pemberian pakan. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada hewan pengembalaan daripada hewan yang dikandangkan.

Baca Juga:  Jenis Ayam Asli Indonesia yang Harganya Fantastis

Penyakit kembung atau bloat yang tergolong penyakit non-infeksi ini karena ternak terlalu banyak mengonsumsi pakan leguminosa yang mengandung air atau gas etan. Sementara, penyakit lainnya yang termasuk non-infeksi adalah keracunan sianida yang akan mengakibatkan kematian mendadak. Beberapa tanaman yang mengandung sianida adalah daun ketela yang mengandung HCN terlalu tinggi.