Penyebab Bulu Burung Kicau Rontok

Pertanianku — Dalam memelihara burung kicau, kemungkinan ada saja berbagai persoalan yang kerap terjadi, salah satunya kerontokan bulu. Ada banyak penyebab bulu burung rontok. Pada burung anakan atau masih muda, proses pergantian bulu terjadi secara terus- menerus dan bertahap. Mulai dari bulu muda hingga muncul bulu dewasa yang sempurna. Pada burung dewasa liar, pergantian bulu sering terjadi pada musim kawin atau setelah berkembang biak menjelang musim hujan selesai.

bulu burung rontok
foto: pertanianku

Pada kondisi normal, ganti bulu terjadi setiap tahun, tetapi waktunya tidak menentu. Hal ini bergantung pada pakan yang dikonsumsi, perawatan, dan lingkungan burung.

Umumnya, bulu burung rontok menjelang musim pancaroba atau mendekati akhir tahun, meskipun tidak semua jenis burung mengalami hal serupa.

Proses pergantian bulu dianggap normal jika berlangsung selama 40 hari. Bulu yang rontok pada waktu itu sudah cukup tua dan kuat. Namun, hobiis harus mewaspadai kerontokan bulu yang terjadi sebelum waktunya dan kerontokan yang terjadi secara terus-menerus.

Biasanya, kerontokan yang tidak normal akan diiringi dengan perilaku burung yang tidak normal juga, seperti terlihat kurang bergairah, nafsu makan berkurang, dan tingkat kerajinan berkicau menurun secara drastis.

Kerontokan yang terjadi sebelum waktunya atau soft moult dan terjadi secara terus-menerus bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

  • Buruknya lingkungan sehingga burung menjadi stres berat.
  • Kualitas pakan yang diberikan tidak baik dan tidak bervariasi dalam jangka panjang sehingga burung mengalami kekurangan zat tertentu.
  • Burung selalu diletakkan di tempat yang terang pada malam hari tanpa kain penutup pada sangkar. Hal ini membuat burung seolah hidup dalam keadaan siang hari yang panjan
  • Kondisi sangkar buruk dan dihuni oleh parasit.
Baca Juga:  Langkah Tepat Menangani Kelahiran Kuda yang Tidak Normal

Parasit seperti kutu dan tungau pengganggu ini memang berumur pendek hanya 7—21 hari dan umurnya makin pendek saat udara panas, tetapi keberadaannya di dalam sangkar dapat membahayakan burung peliharaan. Hal ini disebabkan oleh jumlah parasit terus bertambah, bahkan bisa berlipat ganda dalam waktu beberapa hari.

Tungau bulu mulanya merusak bagian pangkal bulu hingga batang menjadi keropos dan akhirnya putus. Setelah itu, tungau akan masuk ke kantong bulu dan mencari jalan ke bagian paru-paru. Tungau tersebut dapat menyebabkan rasa sakit sehingga burung akan mencabuti bulunya sendiri.

Sementara itu, parasit kutu akan menyerang bulu di bagian leher dan kepala burung. Kutu dapat menyerang secara tiba-tiba saat burung sedang kurang sehat.