Penyebab Rontok Bulu pada Burung Poksay

Pertanianku— Beberapa burung kicau seperti burung poksay kerap mengalami rontok bulu. Rontok bulu disebabkan oleh proses alami pergantian bulu yang terjadi selama 1,5 sampai dua bulan. Namun, kerontokan tersebut juga bisa karena faktor lain yang perlu Anda waspadai.

burung poksay
foto: Oleh Robert Lawton – Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=732626

Kerontokan juga bisa karena burung merasa stres, kekurangan vitamin dan protein, dan konstruksi sangkar yang tidak tepat atau sangkar tersusun dari ruji-ruji kasar.

Selain itu, kerontokan juga bisa disebabkan oleh gangguan dari luar seperti kutu, tungau, dan gurem. Gangguan tersebut dapat menyebabkan rasa gatal sehingga burung mencabuti bulunya sendiri. Gangguan yang menyebabkan kerontokan juga bisa berasal dari binatang lain yang dapat membuat burung takut sehingga menabrak-nabrak ruji-ruji sangkar.

Burung poksay yang sedang mengalami kerontokan bulu biasanya tidak mau berkicau, tidak banyak gerak, dan tidak lincah. Burung juga tampak kehilangan nafsu makan sehingga kondisi tubuhnya terlihat lesu.

Pengobatan harus dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Bila penyebabnya adalah serangan parasit seperti kutu, berikan bedak deodorin pada tubuh poksay agar kutu tersebut mati. Selanjutnya, semprotkan Asepto ke sangkar agar bebas dari kuman. Apabila rontok bulu disebabkan oleh cacingan, berikan larutan antiworm pada air minum untuk memberantas cacing.

Berikan Growvit sebagai vitamin pertumbuhan bulu agar bulu tidak mudah rontok. Vitamin ini juga dapat membuat pertumbuhan bulu menjadi rata di seluruh bagian tubuh.

Rontok bulu dapat dicegah dengan membuat burung tidak stres. Berikan vitamin ke dalam air minumnya agar kondisi tubuh tetap fit. Jaga kebersihan sangkar dan kesehatan burung agar burung tidak mudah diserang oleh kutu, tungau, cacing, dan sebagainya.

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan konstruksi sangkar yang baik, tidak terbuat dari besi, sangkar sebaiknya terbuat dari kayu atau bambu yang dikerat halus agar sangkar tersebut tidak mematahkan sayap dan merontokkan bulu.

Baca Juga:  Cara Mencegah Burung Kenari Stres