Penyemprotan Pestisida untuk Mengendalikan Hama Tanaman Tomat Jangan Sembarangan!


Pertanianku – Serangan hama dan penyakit merupakan suatu momok yang menakutkan bagi para petani. Pasalnya, serangan hama menyerang tanaman sangat cepat dan dapat mematikan tanaman seketika. Salah satu tanaman sayur yang kerap diserang oleh hama adalah tomat. Banyak pula petani yang merugi akibat serangan hama yang mengintai.

Untuk mencegah serangan tersebut, Iswadi Prasetyo, Specialist Vegetables Corp PT Syngenta, menyarankan para petani agar sejak awal penanaman tomat, sebaiknya petani menggunakan beberapa pestisida yang sudah terbukti mampu menangkal serangan hama.

Seperti yang dicontohkan Iswadi, untuk mencegah kehadiran serangga vektor, ia melarutkan 1,25 g fungsisida Bion M dan 1 ml Amistratop dalam 1 liter air. Ia juga mengaplikasikan Ridomil 2 g per liter air. Pestisida itu untuk mengendalikan penyakit akibat cendawan dan bakteri, seperti Phytophthora infestans penyebab busuk daun.

Adapun untuk mencegah serangan hama seperti penggerek daun Liriomyza, Iswadi menyemprotkan 0,6 ml Agrimec yang sudah dilarutkan dalam 1 liter air. Pestisida tersebut disemprotkan 1 minggu sekali atau sesuai kebutuhan.

“Bila ada kasus penyerangan, pemberiannya bisa dilakukan 5 hari sekali,” ungkap Iswadi.

Ketika tanaman memasuki masa generatif, Iswadi menyarankan penggunaan fungisida Revus untuk melindungi tanaman dari Phytophthora dosisnya 2,5 ml per liter air. Jika dibutuhkan, berikan juga insektisids Curacron dan Proclaim untuk mencegah hama ulat buah. Ulat buah biasanya akan menyerang daun, bunga, dan buah. Dampaknya buah berlubang dan dagingnya lunak.

Iswadi menuturkan, petani sebaiknya menghentikan penggunaan pestisida minimal 1 pekan sebelum panen untuk meminimalkan residu. Dengan teknik dan cara penanganan hama yang tepat, saat musim hujan pun petani tetap bisa menuai laba dari tomat yang diproduksinya.

Baca Juga:  Hidroponik Mudah dan Murah dengan Starterkit
loading...
loading...