Penyerapan Beras Turun Akibat Cuaca


Pertanianku – Serapan beras Perum Bulog Sub Divre Cirebon hingga April ini sekitar 17.500 ton atau 13% dari target prognosa 150.500 ton. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding penyerapan pada April tahun lalu yang mencapai 33.000 ton.

Kepala Bulog Cirebon Taufik Budi Santoso melalui Kepala Seksi Pengadaan Bulog Cirebon Dadang Unanda mengungkapkan, pengadaan gabah dan beras pada April ini terhambat sejumlah faktor. “Intensitas hujan tinggi menjadi salah satu kendala,” katanya.

Selain itu, tak sedikit dari petani di sejumlah daerah yang mengalami gagal panen. Di wilayah Cirebon, kegagalan panen terbanyak dialami para petani di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, daerah-daerah yang gagal panen diketahui merupakan daerah penghasil beras terbesar. Meski mengalami keterlambatan masa panen, pihaknya optimistis bisa menyerap gabah dan beras lebih banyak lagi.

“Kami akan mengupayakan dengan beragam cara. Kami harap pengadaan gabah kembali normal,” jelas Taufik seperti mengutip Okezone (17/4).

Diketahui, untuk penyerapan gabah ataupun beras dari petani, Bulog Cirebon menggunakan dua saluran, masing-masing melalui mitra kerja mereka serta satuan kerja (satker) pengadaan.

Sejauh ini Bulog memiliki dua satker yang terus bergerak ke beberapa areal pertanian yang sudah melakukan panen. Sesuai peraturan Menteri Pertanian, Bulog Cirebon pun siap membeli gabah petani berkadar air antara 26—30%. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2017 dan ditindaklanjuti Kementerian Pertanian Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembelian Gabah dan Beras Petani, Bulog diperkenankan membeli gabah berkadar air di atas 25%.

Target pengadaan Bulog Cirebon tahun lalu yang meliputi areal pertanian di Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, sejumlah 145.000 ton. Salah seorang petani asal Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, Taufik mengatakan, kerap kesulitan menjemur gabah saat berawan.

Baca Juga:  Dorong Koperasi Tani, Kementan Harapkan Kesejahteraan Petani
loading...
loading...