Penyiapan dan Perawatan Bibit Cabai


Pertanianku – Bibit diperoleh dari penyemaian benih. Benih diperoleh dari hasil pengeringan buah terpilih atau dari pembelian benih yang sudah siap disemaikan. Benih yang siap disemaikan ini dapat dibeli di toko–toko pertanian. Perlakuan terhadap benih berbeda untuk masing-masing daerah. Berikut ini diberikan contoh perlakuan benih yang dilakukan oleh petani di Bobotsari dan Magelang.

Penyiapan dan Perawatan Bibit Cabai

  1. Cara petani di Bobotsari

Petani cabai di Bobotsari melakukan perlakuan berupa perendaman benih selama 12 jam dalam air yang sudah dicampur dengan zat perangsang tumbuh dan pestisida. Setelah itu, benih diangkat dari dalam air dan ditebar merata di atas baki atau tampah dan di atasnya ditutupi dengan kain bersih. Selanjutnya benih diangin–anginkan selama 24 jam.

Tempat pembenihan yang digunakan oleh petani cabai di Bobotsari berupa polibag yang diisi media tanam. Media tanam dibuat dari campuran tanah subur dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1. Tanah dan pupuk harus dicampur rata lalu diayak. Dengan demikian, media tanam untuk pembenihan benarbenar gembur. Agar terhindar dari hama dan penyakit, media hasil ayakan dicampur dengan pestisida. Setelah media tanam dimasukkan ke dalam polibag, lalu disiram sampai cukup basah. Kemudian benih ditanam dengan kedalaman 0,5 cm. Setiap polibag diisi dengan satu benih.

  1. Cara petani Magelang

Cara pembenihan yang dilakukan oleh petani cabai di Magelang sebenarnya hampir sama dengan cara petani di Bobotsari. Perbedaannya adalah petani cabai di Magelang tidak melakukan perendaman benih. Selain itu, campuran media tanamnya adalah tiga bagian kompos dan satu bagian tanah.

Perawatan Bibit

Setelah benih ditanam, polibag diletakkan di tempat yang terlindungi, tetapi masih mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dua hari kemudian, penyiraman dapat dilakukan setiap sore hari. Selain itu, bibit juga perlu disemprot dengan pestisida dan pupuk daun. Biasanya pada hari ke-8 sampai ke-12, benih akan mulai berkecambah. Pada hari ke-18 sampai ke-25, tinggi tanaman muda (bibit) sudah mencapai sekitar 10 cm dengan 4—6 helai daun. Setelah berumur sebulan, bibit dapat dipindahkan ke lahan pertanaman.

Baca Juga:  Rahasia di Balik Manfaat Seledri yang perlu Anda Ketahui

 

Sumber: Buku Bertanam Cabai di Lahan dan Pot

 

loading...
loading...