Peran Alsintan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Pertanianku — Alat mesin pertanian (alsintan) adalah semua alat dan mesin yang digunakan dalam usaha bidang pertanian. Peran alsintan sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian. Peningkatan teknologi tepat guna melalui alsintan ini juga dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian.

Peran alsintan
Foto: Google Image

Bukan hanya sebatas proses budidaya dan pascapanen, peran alsintan juga berguna dalam upaya pengembangan proses hasil panen menjadi aneka produk pangan tambahan. Alsintan menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.

Teknologi mekanisasi tersebut harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, tapi juga kesejahteraan petani. Alsintan juga menekan kehilangan hasil dan meningkatkan nilai tambah, misalnya penggunaan mesin thresser (perontok) yang efektif akan dapat menurunkan kehilangan hasil.

Loading...

Namun, kelebihan alsintan ini juga perlu menuntut prasyarat kelengkapan dan kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan itu sendiri. Penerapan alsintan diharapkan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usaha tani.

Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land). Misalnya, traktor roda dua dengan motor penggerak diesel 8,5 PK akan efektif pada lahan sawah datar sampai lahan yang sedikit miring.

Pada daerah yang lahan sawahnya berlereng agak besar, akan lebih cocok dan efektif traktor roda dua motor penggerak 6,5 PK. Begitu juga selanjutnya untuk daerah yang lebih berlereng tinggi, akan efektif traktor 5 PK atau jenis bensin yang lebih ringan.

Pemerintah sebenarnya juga sudah aktif dalam peningkatan penerapan alsintan. Tercatat sepanjang 2012 hingga 2017, bantuan alsintan prapanen kepada petani di seluruh Indonesia sebanyak 314.188 unit, terdiri atas traktor, cultivator, pompa air, transplanter, dan hand sprayer.

Sementara, untuk alat pascapanen berjumlah 41.816 unit, berupa combine harvester, dryer, power thresher, power thresher multiguna, corn sheller, corn combine harvester, dan rice miling unit. Peran pemerintah ini memang sangat dibutuhkan oleh para petani Indonesia.

Baca Juga:  Food Estate Kalteng Menerapkan Teknologi RAISA

Petani atau kelompok tani tentu diharapkan juga bisa merawat alsintan yang sudah dimiliki. Mesin yang tidak dirawat cenderung akan cepat rusak. Jika alsintan sudah memperlihatkan rusak ringan, tapi tidak dilakukan perbaikan, rusak ringan ini akan menjadi rusak berat. Selain itu, alsintan yang ada juga harus digunakan seoptimal mungkin, jangan sampai alsintan tidur dan tidak terpakai dan akhirnya rusak.

Loading...
Loading...