Peran Penting Semut sebagai Predator Hama Penggerek Buah Kopi

Pertanianku — Gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) masih menjadi salah satu kendala yang dialami oleh petani kopi di Indonesia. Pasalnya, serangan OPT seperti hama pengggerek buah kopi dapat menurunkan hasil panen. Apalagi, bila penanganannya tidak tepat, kemungkinan hasil panen akan sulit diekspor.

penggerek buah kopi
foto: Pixabay

Umumnya, petani menggunakan pestisida kimiawi untuk mengendalikan hama kopi. Padahal, pemberian pestisida kimiawi dapat berdampak buruk pada tanaman dan semut-semut yang berada di sekitar tanaman kopi. Hewan kecil ini dapat bertindak sebagai predator hama-hama penggerek buah kopi (PBKo).

Semut merupakan serangga sosial yang hidup secara berkoloni. Dalam satu koloni, jumlahnya dapat mencapai ribuan ekor. Semut berperan sebagai predator hama PBKo dan dapat mengusir hama PBKo menyerang buah kopi.

Jenis-jenis semut yang diketahui berperan sebagai predator hama kopi adalah semut rangrang, semut bonding, semut firaun, semut berduri, semut api/merah, semut api kecil, semut cina, dan semut kripik/akrobat.

Biasanya, semut berasosiasi dengan kutu yang dapat menghasilkan cairan. Oleh karena itu, membiarkan semut hidup di sekitar tanaman kopi merupakan langkah yang tepat dan perlu dilakukan untuk mengendalikan hama kutu. Namun, untuk melindungi diri dari kehadiran semut di area pertanaman kopi, Anda bisa menggunakan minyak atsiri seperti minyak serai wangi.

Biasanya, kehadiran semut dapat membuat petani kesusahan saat melakukan panen kopi. Terkadang, semut-semut tersebut menggigit tangan pekerja sehingga membuat bekas gigitan merah-merah dan terasa pedih. Meski keberadaannya menguntungkan, hewan kecil ini juga bisa merugikan pekerja. Namun, sebaiknya semut tidak dibasmi dengan pestisida kimiawi, apalagi saat menjelang panen agar tidak ada residu yang tertinggal pada kopi yang dipanen.

Keberadaan semut yang melimpah pada tanaman kopi bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti adanya daun kering yang digunakan menjadi tempat bersarang, tanaman penaung yang digunakan merupakan pohon pisang atau pohon nangka, dan areal tanaman kopi berdekatan dengan pohon-pohon kering.

Baca Juga:  Kunci Keberhasilan Membuat Pisang Awet Selama 23 Hari

Untuk mengendalikan populasi semut di areal pertanaman agar tidak meledak, dapat dilakukan dengan pemeliharaan intensif. Rajin melakukan sanitasi kebun dengan baik dan memanfaatkan teknologi yang bersifat kearifan lokal.