Peran Pupuk Organik untuk Pertanian Indonesia


Pertanianku Peran pupuk organik rupanya banyak menarik minat para petani. Pasalnya, dampak negatif dari pupuk kimia mulai membuat para petani gelisah. Dampak dari pupuk kimia tersebut, yakni mulai berkurangnya tingkat kesuburan tanah.

Peran pupuk organik
Foto: Pixabay

Padahal, sebelumnya pupuk kimia sempat menjadi primadona para petani karena pupuk kimia memiliki berbagai keunggulan dibanding pupuk organik. Beberapa keunggulan pupuk kimia di antaranya mudah didapat dan membuat hasil panen yang lebih bagus daripada pupuk organik.

Namun, pupuk kimia semakin lama juga membuat para petani gelisah. Setelah mendapatkan hasil panen yang banyak dan bagus, dampak negatif dari pupuk ini mulai tampak setelah penggunaan yang berulang-ulang.

Dampak negatif yang dihasilkan oleh penggunaan pupuk kimia ini mulai ditindaklanjuti supaya dampaknya tidak semakin parah. Salah satu langkah untuk mengatasi dampak buruk pupuk kimia adalah dengan penggunaan kembali pupuk organik. Dalam hal ini, peran pupuk organik adalah berfungsi untuk menyuburkan kembali tanah yang tingkat kesuburannya mulai terkikis akibat penggunaan pupuk kimia.

Hasilnya pun cukup menggembirakan. Lahan yang penanamannya menggunakan pupuk organik kembali menemui kesuburannya walaupun sedikit demi sedikit. Kemudian pada 2008, ketika pemerintah turun tangan dalam mengatasi masalah penurunan kesuburan tanah, pupuk organik mendapat banyak subsidi.

Pemerintah telah menganggarkan sekitar Rp250 miliar untuk mendukung dikembalikannya peran pupuk organik agar dampak negatif yang diakibatkan oleh pupuk kimia tidak semakin parah. Sejak saat itu, upaya penggunaan pupuk organik yang dulu mulai luntur kini kembali digunakan dengan harapan pupuk organik memiliki peran baik untuk pertanian di Indonesia.

Meski dalam proses penggunaan kembali pupuk organik mendapat kendala, tetap terus diupayakan demi pelestarian pertanian di Indonesia. Kendala yang sering dijumpai misalnya, penggunaan pupuk organik bisa saja tidak disukai para petani karena memakan biaya yang cukup banyak.

Baca Juga:  600 Orang di Thailand Terbunuh Racun Bahan Kimia Pertanian

Sebab, untuk mengembalikan kesuburan tanah yang sudah rusak karena penggunaan pupuk kima, diperlukan pupuk organik dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup banyak.