Peranan dan Fungsi Kultur Jaringan untuk Pertanian


Pertanianku — Salah satu perkembangan teknologi dalam produksi bidang pertanian dan pangan ialah kultur jaringan. Para peneliti menjelaskan, peranan dan fungsi kultur jaringan sangatlah penting karena dapat mengembangkan bahan tanam yang sangat kuat dan tidak mudah terserang oleh hama serta penyakit. Selain itu, dengan kulur jaringan juga dapat memecahkan masalah tanaman musiman.

kultur jaringan
Foto: Pixabay

Secara garis besar, kultur jaringan mengacu pada teknik yang dimanfaatkan untuk memisahkan jaringan atau sel-sel tumbuhan dari tubuh yang sebenarnya. Selanjutnya, jaringan atau sel-sel tumbuhan tersebut diletakkan pada lingkungan yang sudah disterilkan dan dipersiapkan sebelumnya.

Pada bidang pertanian, kultur jaringan lebih diutamakan atau dimanfaatkan untuk mengontrol dan menyesuaikan karakteristik dari bahan tanaman tersebut. Penggunaan kultur jaringan pada bidang pertanian sudah terbukti dan juga sudah diberlakukan selama bertahun-tahun oleh beberapa petani.

Kultur jaringan dapat menggunakan bahan yang murah, tetapi mampu menghasilkan produksi yang lebih berkualitas, lebih kuat dan lebih tahan terhadap penyakit atau hama. Karena hal-hal tersebutlah, membuat para petani untuk menggunakan teknik ini. Beberapa peranan dan fungsi kultur jaringan dalam bidang pertanian, yaitu mengontrol dan menyesuaikan karakteristik dari bahan tanaman.

Jaringan atau sel-sel tumbuhan harus dalam masa aktif pertumbuhan. Jaringan atau sel-sel tumbuhan harus berasal dari bagian akar, daun, ujung batang, mata tunas, atau umbi yang harus masih muda dan mudah untuk tumbuh.

Peranan dan fungsi kultur jaringan

Ketika para petani menggunakan kultur jaringan untuk bidang pertanian, para petani akan mendapatkan berbagai macam manfaat. Berikut beberapa macam manfaat yang akan didapatkan oleh para petani.

  • Menghemat biaya produksi dan waktu penanaman. Dengan menggunakan tektik kultur jaringan, membuat sistem kekebalan tumbuhan meningkat dan tahan terhadap serangan penyakit atau hama.
  • Membantu mempertahankan produktivitas tumbuhan sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang maksimal.
  • Membantu akar tumbuhan untuk lebih aktif dalam mencari dan menyerap nutrisi dari dalam tanah.
  • Mendapatkan tanaman baru atau spesies terbaru, dengan waktu tanam yang singkat, tetapi memiliki sifat yang sama persis seperti indukannya.
  • Biaya pembuatan dan pengangkutan bibit lebih murah serta mudah sehingga dapat menekan biaya pengeluaran.
  • Ukuran buahnya bisa lebih besar dari indukannya, tetapi rasanya tetap sama seperti indukannya.
Baca Juga:  Pemanfaatan TIK untuk Dukung Investasi dan Ekspor Pertanian