Perawatan yang Tepat untuk Induk Kambing yang Baru Melahirkan

PertaniankuInduk kambing yang baru saja melangsungkan proses melahirkan harus mendapatkan perawatan yang tepat agar kesehatan induk tetap stabil dan dapat menjaga anaknya dengan baik. Pasalnya, induk sudah kehilangan banyak tenaga setelah melewati proses melahirkan, apalagi jika proses melahirkannya tidak berjalan normal.

induk kambing
foto: Pertanianku

Setelah melahirkan, induk secara alamiah akan membersihkan seluruh tubuh anaknya dengan menjilatinya. Tindakan tersebut dapat menciptakan hubungan yang baik antara induk dan anak. Selain itu, akan memengaruhi produksi air susu untuk anak yang baru dilahirkan.

Tali pusar akan terlepas dengan sendirinya saat induk berdiri. Anda juga dapat membantu memotong tali pusar tersebut, tetapi jangan terlalu panjang karena bisa menyebabkan pendarahan. Oleh karena itu, pemotongan sebaiknya hanya dilakukan sepanjang 5—7 cm dengan gunting bersih untuk mencegah infeksi. Bagian tali pusar tersebut harus diolesi dengan larutan iodin.

Induk kambing yang sudah melahirkan langsung ditempatkan di kandang beranak berukuran 1 m × 1 m selama seminggu. Penempatan dalam kandang beranak sangat bermanfaat untuk menghindari anak kambing yang masih kecil tergencet kambing lain. Selain itu, anak kambing dapat lebih intens menerima air susu pada fase awal kehidupannya.

Setelah induk melahirkan, Anda perlu memastikan produksi susu dan saluran puting terbuka dengan cara meremas puting induk secara lembut. Induk sebaiknya diberikan air minum yang sudah dicampur dengan konsentrat agar air susu yang keluar lebih lancar.

Pascamelahirkan akan terlihat bercak darah di sekitar vulva induk. Kondisi tersebut wajar terjadi dan akan berlangsung selama 2—3 minggu. Dalam keadaan normal, bercak atau cairan tersebut akan semakin bersih dan bening sendirinya seiring berjalannya waktu.

Namun, jika cairan tersebut tidak kunjung berhenti dan tetap berwarna merah serta volumenya cenderung meningkat terus, Anda perlu mencurigai induk sudah terinfeksi pascamelahirkan. Biasanya, cairan tersebut akan mengeluarkan bau yang tajam dan kurang sedap. Infeksi tersebut bisa diatasi dengan pemberian antibiotik seperti penicillin.

Baca Juga:  Sentuhan Teknologi Balitbangtan untuk Meningkatkan Potensi Labangka