Perbanyakan Kayu Manis Secara Generatif

Pertanianku – Dari hasil penelitian diketahui bahwa perbanyakan dengan biji lebih baik dibandingkan dengan tunas atau setek. Beberapa kegiatan pada tahapan perbanyakan dengan biji adalah sebagai berikut.

  1. Pemilihan pohon induk

Ada dua jenis Cinnamomum burmannii, yaitu tanaman kayu manis yang pucuk daunnya berwarna hijau dan merah. Namun, hingga saat ini varietas belum dijadikan sebagai patokan dalam memilih pohon induk. Pohon induk dipilih dari tanaman yang memiliki pertumbuhan baik dan berbatang besar. Pohon induk sebaiknya telah berumur lebih dari 10 tahun, sehat, dan aroma kulitnya baik. Jika perlu, teliti kandungan minyak asirinya terlebih dahulu.

  • Pemilihan biji bermutu

Biji harus benar-benar berasal dari buah masak pohon atau jatuhan dengan daya kecambah yang baik. Kadar air dan bobot biji masingmasing 35,01% dan 68,11%.Biji kayu manis tidak bisa bertahan lama sehingga tidak boleh disimpan lebih dari 1 minggu pada suhu kamar(27—28°C) atau lebih dari empat minggu pada suhu rendah (15—20° C).

  • Penyiapan tempat penyemaian

Penyemaian bisa dilakukan langsung pada bedengan dan polibag Penggunaan polibag memang lebih praktis, tetapi memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sementara itu, penyemaian di bedengan lebih murah, tetapi agak merepotkan. Namun, masing-masing tempatpenyemaian tersebut perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum penyemaian biji.

  • Penyemaian biji

Biji disemai pada bedengan dengan jarak 5 cm, kedalaman 0,5—1 cm dari permukaan tanah. Selanjutnya biji ditutup dengan tanahhalus atau pupuk kandang yang sudah matang. Biasanya biji mulai  berkecambah setelah 5—15 hari semai dengan daya kecambah 80—85%. Untuk penanaman di polibag, masing-masing polibag diisisebanyak satu biji, lalu ditutup dengan tanah halus setebal 0,5—1 cm. Selanjutnya polibag disusun rapi di tempat yang ternaungi.

  • Pemindahan semaian

Setelah dipelihara selama 1—2 bulan, kecambah biasanya sudah memiliki dua helai daun. Pada saat ini, pindahkan semaian ke bedengan atau polibag pembiakan. Hal ini bertujuan untukmempercepat pertumbuhan bibit. Pada bedeng pembiakan, semaian ditanam dengan jarak 20—25 cm. Sementara itu, pada polibag, semaian bisa langsung ditanam dengan jumlah satu semaian untuk setiap polibag. Di persemaian kedua, tanaman masih memerlukan naungan selama beberapa hari. Frekuensi penyiraman sebaiknya cukup satu kali sehari. Selain itu, lakukan pemupukan dengan urea sebanyak satu sendok teh untuk setiap bibit yang ditaburkan ke sekeliling bibit.

 

Sumber: Buku 10 Tanaman Investasi Pendulang Rupiah

loading...
loading...