Perbedaan Ayam Elba dengan Ayam Arab dan Buras Lokal

Pertanianku Ayam elba terkenal sebagai petelur yang produktif karena mampu menghasilkan 80—85 butir telur per hari dari 100 ekor. Produktivitas ini terbilang lebih tinggi dari ayam arab yang sama-sama berasal dari luar negeri. Elba diperkirakan datang pada akhir 2010, saat itu dibawa oleh Lala Setiawan setelah mengunjungi Arab.

ayam elba
foto: trubus

Lala membawa telur tetas ayam petelur sebanyak 60 butir setelah mendengar produktivitas ayam yang tinggi. Dari semua telur tetas yang dibawa Lala, hanya tiga telur yang berhasil menetas dan saat ini jumlah ayam elba sudah mencapai ribuan ekor.

Perbedaan ayam elba dengan ayam arab bukan hanya terletak pada produksi telurnya, masih banyak perbedaan yang menarik untuk dibahas, termasuk dengan perbedaan antara ayam elba dan ayam buras lokal.

Ayam elba

Produksi telur ayam elba mampu mencapai 300 butir telur/tahun/ekor. Telur yang dihasilkan berwarna putih dan bobot rata-rata telur 6 gram/butir. Konsumsi pakan ayam sekitar 70 gram/ekor/hari.

Bobot DOC elba sekitar 38—40 gram/ekor. Karena elba terkenal sebagai petelur yang unggul, tak heran harga DOC ayam ini lebih tinggi dibanding DOC ayam petelur lainnya.

Jantan elba yang diapkir berbobot sekitar 1,3 kg, sedangkan betina berkisar 1,1 kg. Daging ayam elba relatif tipis. Kaki ayam berwarna kuning atau putih.

Ayam arab

Produksi telur ayam arab mencapai 235 butir/tahun/ekor. Ukuran dan kulit telur yang dihasilkan ayam arab sesuai dengan selera konsumen. Itu sebabnya ayam arab tetap digemari sebagai ayam petelur meski produktivitasnya di bawah ayam elba. Konsumsi pakan ayam arab terbilang lebih banyak, yakni 80 gram/ekor/hari.

Bobot DOC ayam arab lebih besar daripada ayam petelur lainnya, yakni 40—45 gram/ekor. Harga DOC ayam arab relatif sedang tidak terlalu mahal. Daging ayam arab tipis. Kakinya berwarna biru.

Baca Juga:  Tips Menjaga Kehangatan untuk Anak Itik

Ayam buras

Produksi telur ayam lokal hanya 125 butir/tahun/ekor, lebih sedikit dibanding ayam petelur unggulan. Namun, ukuran dan kulit telur sesuai dengan selera konsumen. Selain itu, daging ayam buras terbilang tebal. Konsumsi pakan ayam buras mencapai 90 gram/ekor/hari.

Harga DOC ayam buras petelur lokal tidak semahal ayam petelur unggul lainnya. Bobot DOC hanya sekitar 35—45 gram/ekor.