Perbedaan Peternakan Domba dan Kambing

Pertanianku — Kambing dan domba merupakan hewan ternak ruminansia berukuran kecil dengan sifat biologis yang berbeda. Oleh karena itu, meskipun ukurannya tidak jauh berbeda, tetap saja ritme peternakan domba dan kambing akan berbeda.

peternakan domba
foto: Pertanianku

Kambing dewasa memiliki janggut di bagian dagu, terutama pada pejantan. Selain itu, pangkal ekornya mengeluarkan kelenjar bandot dengan bau yang sangat khas. Sementara itu, domba tidak demikian. Tengkorak domba memiliki tulang air mata dan di dekat kotak matanya terdapat kelenjar praeorbital, sedangkan tengkorak kambing tidak ada.

Berikut ini perbedaan ternak domba dan ternak kambing.

Ternak domba

Domba memiliki siklus birahi 17 hari dengan lama birahi 30 jam (3—72 jam). Domba sudah mulai birahi lebih cepat pada umur 8—10 bulan. Akan tetapi, perkawinan pertama baru bisa berlangsung saat domba berumur 18 bulan, sedangkan perkawinan kedua dapat dilakukan saat domba berumur 34 bulan.

Induk domba mengalami bunting selama 141—159 hari dengan interval beranak selama 7—8 bulan. Berat anak yang dilahirkan sekitar 1—4 kg dan anak yang dihasilkan dapat tunggal atau kembar hingga empat ekor. Anak domba sudah mulai bisa disapih pada umur 5—6 bulan.

Domba akan mengalami pertumbuhan normal pada umur 14—24 bulan. Sementara itu, dewasa tubuh domba berlangsung saat umur 18—24 bulan.

Ternak domba memiliki kebiasaan merumput pada pagi dan sore hari. Domba lebih mudah digembala dalam jumlah yang lebih besar karena hewan ternak ini memiliki sifat bergerombol yang besar.

Berat karkas domba ekor kurus sekitar 8,7 kg, sedangkan domba ekor gemuk sekitar 11,3 kg. Berat hidup domba ekor kurus sekitar 18,8 kg, sedangkan domba ekor gemuk sekitar 23,9 kg.

Baca Juga:  Ciri-ciri Sapi Limousin Betina yang Bagus untuk Dikawinkan

Ternak kambing

Siklus kambing birahi selama 14—21 hari dengan lama birahi sekitar 24—36 jam. Kambing sudah mengalami birahi pertama pada umur 10—12 bulan dan sudah bisa dikawinkan pertama kali saat berumur 10—12 bulan. Perkawinan selanjutnya dapat dilakukan saat kambing berumur 24 bulan.

Induk kambing akan mengalami masa bunting selama 147 hari dengan interval beranak selama 7—8 bulan. Jumlah anak yang dihasilkan dapat tunggal atau kembar hingga tiga ekor. Bobot anak kambing yang baru lahir terbilang lebih besar dari anak domba, yakni sekitar 3—5 kg. Anak kambing sudah bisa disapih lebih cepat, yaitu saat berumur 4 bulan.

Kambing dapat mengalami pertumbuhan normal saat berumur 18—20 bulan. Saat itu kambing juga sudah mengalami masa dewasa tubuh.

Kambing memiliki kebiasaan merumput sepanjang hari, tetapi kurang senang bergerombol, tidak seperti domba.

Berat karkas kambing kacang sekitar 9,7 kg, sedangkan kambing peranakan sekitar 11,8 kg. Berat kambing kacang hidup mencapai 21,14 kg, sedangkan kambing peranakan sekitar 25,2 kg.

Meski daging domba dan kambing hampir terlihat sama, tetap saja ada perbedaannya. Daging kambing berwarna lebih merah dan beraroma lebih tajam dibandingkan domba. Perbedaan lainnya juga tampak pada lemak daging kambing yang lebih keras dan putih.