Percepat Proses Tanam, Bekasi Pakai Alat Pertanian Baru


Pertanianku — Pemerintah Kota Bekasi, pada akhir 2017 lalu mengusulkan peralatan pertanian kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Usulan tersebut kini telah terkabul dan pihak Kementerian memberikan sejumlah alat pertanian baru guna mempercepat proses penanaman padi di daerah tersebut.

alat pertanian baru
Foto: Google Image

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Momon Sulaeman, mengungkapkan, peralatan yang diberikan pihak Kementerian Pertanian berupa 12 unit traktor, lima unit cultivator, 90 unit semprot tangan, dan 12 unit mesin pompa. Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi meminta bantuan pada kementerian karena keterbatasan anggaran daerah yang dimiliki Pemkot Bekasi.

“Bantuan sudah diberikan kementerian sebelum bulan Ramadan (Mei), tapi sekarang baru kita salurkan ke kelompok tani secara simbolis,” kata Momon di Bekasi, seperti dilansir Republika, Senin (2/7).

Pada umumnya, petani memerlukan waktu selama seminggu lebih dalam membajak satu hektare lahan sawah dengan menggunakan 15 tenaga manusia. Namun Momon menyatakan, keberadaan alat ini diklaim akan memercepat proses pembajakan sawah sebelum ditanami padi. Dengan alat tersebut, petani hanya memerlukan waktu selama dua hari untuk membajak sawah seluas satu hektare.

Berdasarkan catatannya, ada 300 orang yang terdaftar sebagai kelompok petani, sedangkan 150 orang lagi belum terdaftar. Bantuan alat ini dikatakannya akan disalurkan kepada 300 petani yang terdaftar pemerintah daerah dengan skema pemakaian dipinjam-pakaikan.

“300 petani itu tergabung dari 12 kelompok. Alat kita serahkan ke kelompok masing-masing, nanti ketuanya yang mengatur skema pemakaian alatnya,” ujar Momon.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Annie Marijam mengatakan, lembaganya masih mempertimbangkan rencana usulan penambahan kembali alat pertanian pada kementerian.

“Kita evaluasi dulu sampai akhir tahun, kalau bagus nanti kita coba usulkan kembali ke kementerian,” tutur dia.

Meski begitu, Annie mengatakan, pemerintah daerah belum menganggarkan biaya perawatan alat-alat tani tersebut. Dengan begitu, segala kebutuhan seperti bahan bakar dan perawatan sementara akan ditanggung oleh petani.

Baca Juga:  Tips Budidaya Cabai Rawit Agar Panen Setiap Hari
loading...
loading...