Perdana, Ekspor Mangga Harum Manis Jatim ke Singapura

Pertanianku — Ekspor produk pertanian dan perkebunan terus ditingkatkan. Kali ini, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian bersama CV Buah Sejati melakukan eksportasi perdana 6 ton buah mangga harum manis asal Jawa Timur ke Singapura. Ekspor mangga harum manis Jatim ke Singapura tersebut memiliki nilai ekonomi sebesar Rp174,4 juta.

Ekspor mangga harum manis Jatim ke Singapura
Foto: Google Image

“Permintaan Singapura terhadap mangga ini cukup besar, yaitu 50 ton per bulan, namun hanya bisa terpenuhi 6 ton saja. Ini berarti masih terbuka kesempatan yang luas bagi petani termasuk generasi milenal untuk melakukan eksportasi mangga ke Singapura,” kata Kepala Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi melalui siran pers, Senin (2/9).

Ia memaparkan, sebenarnya sudah sejak 2017 Jatim melakukan ekspor mangga harum manis. Pada 2017, ekspor mangga harum manis dilakukan oleh CV Agro Bintang Sejahtera, yang diimpor ke Amerika Serikat. Kemudian, pada 2018 kembali dilakukan ekspor ke Amerika Serikat melalui CV Tawon Mas.

Loading...

“Pada 2018 itu hanya 5 ton. Tahun 2019 mengalami kenaikan satu ton. Jadi, memang perusahaan eksportirnya beda-beda setiap tahunnya,” ungkap Fauzi.

Eksportir dari CV Buah Sejati, Faisal mengatakan, Karantina Pertanian Surabaya sangat mendukung kegiatan eksportasi ini dengan memberikan kemudahan pelayanan pada saat proses  pemeriksaan dan sertifikasi mangga harum manis ini. Namun, seleksi ketat tetap dilakukan karena Singapura mensyaratkan mangga yang dikirim bebas dari lalat buah, Bactrocera dorsalis.

“Sertifikasi atau phytosanitary certificate yang diterbitkan merupakan jaminan dari pemerintah bahwa manga yang diekspor bebas dari lalat buah, sehat, dan aman dikonsumsi,” tambah Fauzi.

Faisal mengungkapkan, untuk ekspor kali ini, CV Buah Sejati bermitra dengan para petani mangga harum manis di Jombang, Jawa Timur. Kedepan, diharapkannya dapat bermitra dengan petani di wilayah lain di Jatim sehingga permintaan ekspor Singapura yang mencapai 50 ton per bulan dapat terpenuhi.

Baca Juga:  Penanganan Hama dan Penyakit Tanaman Apel Budidaya
Loading...
Loading...