Perdebatan tentang Cilantro dan Peterseli


Pertanianku—Perdebatan tentang cilantro dan peterseli telah berkecamuk selama beberapa dekade di dapur seluruh dunia. Untungnya, ada beberapa perbedaan yang jelas antara dua herbal lezat ini.

cilantaro dan peterseli
Shutterstock

Alasan mengapa debat cilantro vs peterseli adalah kedua herbal itu terlihat sangat mirip. Untuk mengetahui perbedaannya, simak ulasan berikut ini.

Cilantro

Cilantro yang di Indonesia dikenal dengan daun ketumbar ini dikenal sebagai Coriandrum sativum. Di kawasan Mediterania dan Eropa, cilantro adalah herbal beraroma yang sering disebut ketumbar.

Cilantro, juga disebut Chinese Parsley, dengan daun berukuran bervariasi yang lebih luas di dasarnya, terlihat seperti peterseli daun datar. Namun, rasa cilantro cukup kuat, dan ada nuansa jeruk ketika dimakan. Kegunaan kulinernya, Anda akan sering menggunakan ketumbar dalam salad, sup, dan kari.

Ada juga beberapa manfaat kesehatan yang mengesankan dari cilantro. Daun ini mengandung bahan aktif dan nutrisi seperti fosfor, kalium, kalsium, seng, serat makanan, magnesium, vitamin C, dan berbagai anti-oksidan. Daun ini dapat mengurangi peradangan, mencegah kanker, meningkatkan kesehatan tulang, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mengatur pencernaan.

Peterseli

Peterseli secara ilmiah dikenal sebagai Crispum petroselinum. Peterseli berasal Mediterani. Daunnya tiga kali lipat sangat mirip dengan cilantro. Itulah sebabnya kedua herbal ini sangat sulit untuk dibedakan.

Akan tetapi, peterseli memiliki rasa yang jauh lebih ringan daripada cilantro segar. Peterseli sering digunakan sebagai hiasan atau topping, atau kadang-kadang merupakan pelengkap dalam sup atau salad.

Peterseli mengandung vitamin A, C, K, besi, folat dan anti-oksidan flavonoid tingkat tinggi. Selain itu, terkandung juga berbagai komponen minyak atsiri seperti myristicin, limonene, dan eugenol.

Kandungan nutrisi unik ini membuat peterseli sangat efektif dalam mengurangi stres oksidatif dan penyakit kronis di tubuh. Penggunaan peterseli juga dikaitkan dengan pengaturan kadar gula darah, menenangkan nyeri artritis dan ketidaknyamanan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:  Zona Pertanian di Kota Serang Makin Tergerus Pemukiman
loading...
loading...