Peredaran Cabai Impor Telah Masuk Pasar di Indramayu


Pertanianku – Saat ini cabai impor telah masuk ke beberapa pasar tradisional di tanah air. Peredaran cabai rawit impor yang marak di berbagai daerah di Jawa juga sampai ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dimana para pedagang juga sudah menjualnya.

Seorang pedagang bumbu sayuran di Pasar Baru Indramayu, Dasiem di Indramayu, Minggu, mengatakan cabai impor ia peroleh dari Cirebon dan dirinya mengaku sudah lama menjualnya.

“Cabai ini saya peroleh dari Cirebon, lumayan laku juga,” kata Dasiem, seperti melansir Republika (1/3).

Cabai impor itu berbentuk kering dan tidak seperti cabai lokal yang terlihat segar. Untuk harga, cabai rawit impor tidak mengalami perubahan yang mencolok. Dimana para pedagang menjual dengan harga Rp60.000 per kg, meskipun ada kenaikan cabai lokal, cabai impor ini masih stabil.

“Saya jual per ons Rp6.000 dan harganya tidak mengikuti harga cabai lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Titin mengatakan hal yang senada dan dengan melambungnya harga cabai rawit merah yang mencapai Rp150.000 per kg, mengakibatkan para pembeli memilih cabai kering ini atau cabai rawit impor.

Pedagang lain Mimin mengatakan harga cabai rawit merah sudah mengalami penurunan dibanding beberapa hari sebelumnya, tetapi harganya tergolong masih tinggi.

“Beberapa hari yang lalu saya jual per kilogramnya Rp180.000, tapi sekarang untuk cabai rawit merah di kisaran Rp150.000 per kg,” tutur Mimin.

Penurunan itu dirasanya belum bisa menaikan minat pembeli, karena harganya tergolong masih tinggi dan untuk itu otomatis para pembeli mengurangi belanjaannya.

Ia menuturkan dengan kondisi seperti sekarang ini dirasa tidak menguntungkan pedagang, karena pembeli terus mengurangi belanjaannya.

Baca Juga:  Gantikan Daging, Keong Sawah Diklaim sebagai Sumber Protein Alternatif
loading...
loading...