Perencanaan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit


Pertanianku – Satu kegiatan dalam perusahaan perkebunan kelapa sawit berhubungan dengan kegiatan yang lain. Banyak hal-hal tertentu yang harus dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya, misalnya pemesanan kecambah 3—6 bulan dilakukan sebelum pembibitan, sedangkan pembibitan dilakukan 1 tahun sebelum penanaman di lapangan. Demikian pula pemesanan alatalat berat, instalasi penyiraman, pencarian tenaga kerja, penyelesaian ganti rugi, dan menghubungi calon pemborong. Oleh karena itu, diperlukan rencana yang rapi agar usaha perkebunan sawit dapat berjalan dengan lancar.

Karakteristik lainnya dari usaha perkebunan kelapa sawit adalah padat modal. Perusahaan harus mempersiapkan investasi untuk empat sampai lima tahun pertama ketika perkebunan belum berproduksi. Dengan demikian, usaha perkebunan sawit hanya cocok bagi pengusaha yang memilikitingkat kesungguhan yang tinggi dan mampu melaksanakan pekerjaan secara akurat, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya yang dilakukan secara terus-menerus selama usaha berlangsung.

Guna menjamin keberhasilan pembangunan kebun kelapa sawit, perlu dilakukan terlebih dahulu tahap pengkajian dan persiapan lahan yang meliputi lokasi dan kesesuaian lahan, pengurusan perizinan usaha perkebunan kelapa sawit,  sosialisasi, kemitraan, pembebasan lahan, perencanaan areal serta operasional perkebunan sawit, dan tanggung jawab sosial. Terakhir, pembangunan dan pengelolaan kebun kelapa sawit harus mengacu pada prinsip dan kriteria yang ditetapkan pada Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

 

Sumber: Buku Mengelola Kebun Kelapa Sawit

Baca Juga:  Kementan Dorong Petani Sawit Agar Mendunia
loading...
loading...