Performa Durian Bawor Saingi Kepopuleran Monthong


Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis performa durian bawor dapat saingi kepopuleran durian monthong, bahkan mengalahkannya. Apalagi, Indonesia merupakan penghasil durian terkenal di dunia dengan ragam varietas.

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis performa durian bawor dapat saingi kepopuleran durian monthong, bahkan mengalahkannya. Apalagi, Indonesia merupakan penghasil durian terkenal di dunia dengan ragam varietas. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso mengatakan, durian bawor digadang-gadang menjadi pesaing durian monthong karena memiliki kemiripan. Bahkan, dari segi rasa pun durian bawor jauh lebih unggul dari durian mana pun. Penggunaan bibit unggul menjadi alasan baiknya kualitas durian ini. “Dia (petani) hanya mau mengelola bibit berkualitas. Dulu yang zamannya durian monthong, sekarang durian bawor yang menjadi incaran pecinta durian. Rasanya enak sekali,” katanya melalui siaran pers, Kamis (30/8). Harga yang dibanderol untuk durian lokal asal Banyumas ini tergantung pada bobot buah. Penyuluh Kecamatan Kemranjen, Nasipan mengatakan, pada musim panen harga satu kilogram (kg) durian bawor rata-rata Rp50 ribu. Sementara, rata-rata berat per buah mencapai tiga kilogram. “Apabila puncak tanam di usia lima tahun, satu pohon dapat menghasilkan 80 hingga 100 buah. Tak heran banyak penduduk Kecamatan Kemranjen lebih memilih menjadi petani durian,” ujar dia. Sementara, untuk bibit durian bawor dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp2 juta per pohon. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengakui potensi buah lokal di Banyumas tersebut. Menurutnya, varietas durian lokal di Indonesia cukup beragam dan banyak tersebar secara nasional. “Sayang kalau mampir tapi tidak mencicipi, bisa rugi. Mampir ke sini di November, Desember, Januari. Durian lokal kita bagus. Mari cintai buah lokal,” ujarnya. Untuk diketahui, penamaan bawor pada durian asal Banyumas ini merupakan singkatan yang diambil dari kata 'batang yang diowor-owor'. Sebab, batang akar bercabang dan merupakan perpaduan beberapa varietas. Ada pohon yang terdiri atas tiga akar batang, ada juga yang empat batang, tergantung bagaimana persilangan dilakukan dalam satu pohon. Durian bawor sudah mulai berbuah pada usia tiga tahun. Dalam satu tahun bisa panen sebanyak tiga kali.
Foto: Google Image

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso mengatakan, durian bawor digadang-gadang menjadi pesaing durian monthong karena memiliki kemiripan. Bahkan, dari segi rasa pun durian bawor jauh lebih unggul dari durian mana pun. Penggunaan bibit unggul menjadi alasan baiknya kualitas durian ini.

“Dia (petani) hanya mau mengelola bibit berkualitas. Dulu yang zamannya durian monthong, sekarang durian bawor yang menjadi incaran pecinta durian. Rasanya enak sekali,” katanya melalui siaran pers, Kamis (30/8).

Harga yang dibanderol untuk durian lokal asal Banyumas ini tergantung pada bobot buah. Penyuluh Kecamatan Kemranjen, Nasipan mengatakan, pada musim panen harga satu kilogram (kg) durian bawor rata-rata Rp50 ribu. Sementara, rata-rata berat per buah mencapai tiga kilogram.

“Apabila puncak tanam di usia lima tahun, satu pohon dapat menghasilkan 80 hingga 100 buah. Tak heran banyak penduduk Kecamatan Kemranjen lebih memilih menjadi petani durian,” ujar dia.

Sementara, untuk bibit durian bawor dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp2 juta per pohon.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengakui potensi buah lokal di Banyumas tersebut. Menurutnya, varietas durian lokal di Indonesia cukup beragam dan banyak tersebar secara nasional.

“Sayang kalau mampir tapi tidak mencicipi, bisa rugi. Mampir ke sini di November, Desember, Januari. Durian lokal kita bagus. Mari cintai buah lokal,” ujarnya.

Untuk diketahui, penamaan bawor pada durian asal Banyumas ini merupakan singkatan yang diambil dari kata ‘batang yang diowor-owor’. Sebab, batang akar bercabang dan merupakan perpaduan beberapa varietas.

Baca Juga:  Ingin Bertanam Jeruk di Pekarangan, Pilih Jenis Ini Ya!

Ada pohon yang terdiri atas tiga akar batang, ada juga yang empat batang, tergantung bagaimana persilangan dilakukan dalam satu pohon. Durian bawor sudah mulai berbuah pada usia tiga tahun. Dalam satu tahun bisa panen sebanyak tiga kali.