Perhatikan! Begini Cara Memilih Bibit Jamur Champignon


PertaniankuBibit jamur champignon atau jamur kancing yang berkualitas cukup sulit didapat di Indonesia. Hal itu karena sentra penanamannya terbilang skala kecil dan sangat jarang. Akibatnya, para pembudidaya berkemungkinan mendapat bibit berkualitas rendah yang berpotensi mudah diserang hama dan penyakit.

Bibit jamur champignon
Foto: Pixabay199

Oleh karena itu, calon pembudidaya jamur champignon perlu mengenal sifat dan karakteristik bibit yang bermutu. Apa sajakah itu?

Hal pertama yang harus dilakukan, yaitu dengan memahami morfologis bibit. Champignon yang sehat akan terlihat berwarna putih terang agak cokelat. Bibit yang belum mekar kulitnya terlihat kencang dan memiliki berdiameter 22—42 mm.

Perhatikan juga hal lainnya seperti suhu kompos, kebasahan, kelembapan ruangan, CO2, dan rasio C/N untuk bibit. Suhu kompos ideal, yakni 25—32° C, jika suhu kompos tidak sesuai, maka miselium gagal tumbuh bahkan mati.

Sesuaikan bibit dengan ketinggian lahan yang akan dijadikan tempat budidaya karena jenis bibit bermacam-macam. Ada yang cocok untuk dataran tinggi. Ada pula yang cocok untuk dataran rendah. Selain itu, pilih bibit jamur champignon yang resisten terhadap serangan hama dan penyakit.

Pembudidaya yang sudah berpengalaman umumnya memanfaatkan biji-bijian seperti sorgum atau gandum sebagai nutrisi bibit. Ada juga yang menggunakan jagung atau batang kayu yang dipotong kecil-kecil.

Keluarkan bibit dengan cara menggemburkan media, lalu congkel dengan bantuan spatula (sendok kecil). Jika bibit dalam plastik, sobek lalu campurkan ke media tanam. Setelah bibit digemburkan, letakkan di atas kompos, kemudian aduk dengan garpu hingga benar-benar merata.

Untuk menjaga kebersihan alat penebar benih, maka Anda bisa menggunakan formalin, kaporit, atau karbol. Hindari penggunaan alat bekas pekerjaan lain karena dapat mengundang hama dan penyakit. Lingkungan tempat penaburan benih harus disanitasi dan sediakan bak kaki berisi campuran formalin dan air untuk membasuh alas kaki.

Baca Juga:  Wow! Atap Gedung di Negara Ini Jadi Lahan Pertanian

Penebaran dimulai dari bagian tengah, atas, dan samping tumpukan kompos. Sebelumnya, buat kubangan dan bolak-balik kompos dengan garpu. Menebar benih tampaknya mudah, tetapi jika kompos terkontaminasi, maka jamur bisa gagal untuk tumbuh.

Tanyakan kepada penjual mengenai asal muasal bibit, suhu, persentase penggunaan kompos, dan usia yang sesuai untuk ditanam. Penyedia bibit yang profesional biasanya memiliki informasi lengkap mengenai bibit yang dijual, hal ini penting untuk memudahkan proses selanjutnya.