Perkebunan Kopi dapat Menekan Polusi Udara, Benarkah?


PertaniankuPerkebunan kopi dapat menekan polusi udara? Benarkah demikian? Tanaman kopi merupakan kelemahan tersendiri bagi komoditas bercita rasa pahit itu. Pohon pelindung sangat diperlukan guna melindungi tanaman kopi dari sengatan matahari. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramadhan, mengatakan pohon pelindung bisa berupa lamtoro, dadap, dan sengon laut.

Perkebunan Kopi dapat Menekan Polusi Udara

Dadan mengatakan, kelemahan tersebut justru menjadi kelebihan tak kasat mata yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas. Berdasarkan perhitungan, 1 hektar kebun kopi dapat menyerap karbon dioksida (CO2) mencapai 25 ton per tahun dan melepas 16 ton oksigen (O2) ke udara. Kebun kopi berperan vital memerangi polusi yang semakin menggila.

“Itu semua karena hadirnya tanaman pelindung, kelemahan tanaman kopi ternyata dapat menjadi keunggulan. Misalnya dengan keberadaan perkebunan kopi tanaman pelindung di Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat yang berkontribusi untuk kelestarian lingkungan. Gunung Halu adalah bagian dari DAS sungai Citarum, hadirnya kebun kopi di daerah itu dapat membantu mengembalikan kelestarian Citarum,” ucap Dadan seperti dilansir dari Jitunews (27/6).

Dadan menambahkan, pohon dadap misalnya, yang merupakan pohon pelindung kopi itu dapat meyerap 4,5 kg CO2 per tahun dan melepaskan sekitar 3 kg O2 per tahun secara gratis ke udara. Apabila 1 hektar lahan ditanami 500 pohon kopi, dalam setahun bisa dihasilkan 1,5 ton oksigen dan dapat dikonsumsi oleh 3.000 hingga 4.000 orang.

Baca Juga:  Kementan: Meski Paceklik Pasokan Beras Tetap Aman
loading...
loading...