Permasalahan yang Kerap Timbul di Peternakan Ayam Broiler pada Masa Starter

Pertanianku — Setiap usaha pasti akan memiliki rintangan tersendiri, termasuk usaha peternakan ayam broiler. Banyak peternak sukses harus melewati berbagai rintangan permasalahan yang ada, mulai dari masalah yang disebabkan oleh faktor internal hingga eksternal. Kesalahan tersebut akan menjadi guru agar kemampuan Anda terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu.

peternakan ayam broiler
foto: Pertanianku

Berikut ini permasalahan yang kemungkinan besar ditemui pada usaha peternakan ayam broiler.

Sirkulasi udara tidak bagus

Kandang ayam broiler membutuhkan sistem ventilasi yang bagus untuk mendukung pertumbuhan anak ayam. Jumlah ventilasi harus disesuaikan dengan kondisi kandang untuk mencegah timbulnya penyakit.

Sirkulasi udara dapat diatur dengan penutup agar Anda bisa mengatur sirkulasi udara pada musim dingin ataupun musim panas. Kondisi ventilasi yang buruk menyebabkan ayam rentan terkena serangan alkalosis, flora usus yang sulit terkendali, dan menyebabkan penyakit pencernaan.

Sebaiknya, hindari penggunaan blower untuk menjaga sistem sirkulasi di dalam kandang karena ternyata blower dapat membuat ayam menjadi sakit.

Manajamen pemberian pakan yang salah

Manajemen pemberian pakan harus dilakukan dengan tepat, baik dari segi jenis pakan, kandungan, jumlah, waktu pemberian, maupun cara pemberian. Kesalahan manajemen pakan juga dapat menyebabkan biaya produksi semakin membesar.

Pakan yang akan diberikan harus diperiksa terlebih dahulu untuk menghindari adanya jamur atau benda asing lainnya. Ada dua cara pemberian pakan yang bisa Anda terapkan, yaitu ad libitum dan point feed. Ad libitum dilakukan dengan cara selalu menyediakan pakan di dalam kandang, cara ini biasanya dilakukan hingga ayam berumur enam hari. Sementara itu, point feed merupakan pembatasan terhadap pakan untuk mencegah ayam terlalu kurus atau gemuk.

Pemberian air minum

DOC yang baru saja tiba harus diberikan minum air gula merah sekitar 50—80 gram/liter. Air minum gula merah berfungsi mengembalikan energi agar DOC tidak stres. Setelah air gula habis, Anda bisa memberikan DOC air minum yang dicampur dengan sorbitol dengan dosis 1 cc/liter. Air minum untuk DOC berumur 0—3 hari perlu dimasak terlebih dahulu agar lebih higienis. Setelah itu, Anda sudah bisa memberikan air biasa.

Baca Juga:  Kenali Siklus Domba Birahi dengan Benar agar Perkawinan Berjalan Lancar