Persiapan Budidaya Mahkota Dewa

Pertanianku — Seiring dengan pemanfaatannya yang semakin luas, budidaya mahkota dewa semakin banyak dilakukan. Persiapan budidaya yang harus dipenuhi oleh pembudidaya pun beragam. Mulai dari jenis tanah, keadaan cuaca dan lahan, serta memilih bibit yang akan digunakan.

budidaya mahkota dewa
Foto: instagram mamaninikitchen

Budidaya mahkota dewa bisa dilakukan pada daerah di dataran tinggi ataupun rendah, dengan rentang ketinggian 10—1.200 mdpl. Jika Anda menginginkan tanaman mahkota dewa tumbuh secara optimal, sebaiknya tanamlah tanaman ini pada ketinggian 10—1.000 mdpl.

Di daerah asalnya, yaitu di Papua, tanaman mahkota dewa biasa tumbuh di wilayah dataran tinggi. Namun saat dibudidayakan di Jawa, tanaman ini biasanya tumbuh di dataran rendah ataupun tinggi.

Loading...

Tanaman mahkota dewa bisa tumbuh pada banyak jenis tanah selama tanah yang digunakan berstruktur baik. Namun, sebenarnya tanaman ini bisa tumbuh pada kondisi seperti apa pun. Yang paling penting adalah lokasi penanaman mahkota dewa sebaiknya jauh dari wilayah yang penuh polusi. Alasan utamanya karena logam-logam berat bisa mencemari tanaman ini. Padahal, kegunaan utama dari mahkota dewa adalah untuk pengobatan.

Biasanya, penanaman mahkota dewa dilakukan dengan tanaman obat lainnya. Anda bisa melalukan tumpang sari dengan tanaman obat sambiloto, tempuyung, komprey, dan pegagan.

Pelaksanaan tumpang sari tanaman obat-obatan perlu juga dilakukan dengan tanaman temu-temuan. Tanaman inilah yang bisa menaungi tanaman mahkota dewa dan difungsikan sebagai tanaman pelindung.

Setelah persiapan lahan, budidaya mahkota dewa dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang paling penting tentu saja pemilihan bibit. Anda bisa membuat bibit sendiri dengan menggunakan biji mahkota dewa. Namun, Anda juga sudah bisa membelinya. Bibit mahkota dewa biasa dijual untuk dikembangkan menjadi tanaman siap panen.

Baca Juga:  Topazindo Agrihorti, Jenis Jeruk Baru Kualitas Unggul

Bibit juga bisa didapatkan dengan cara setek atau cangkok. Cara ini akan lebih cepat berbuah dan menghasilkan ketimbang menanam bibit dari awal. Selain itu, karena merupakan perbanyakan vegetatif, cara ini juga membuat anakan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya. Jika Anda menggunakan tanaman induk berkualitas, tanaman yang akan Anda dapatkan pun berkualitas tinggi.

Penanaman bisa dilakukan di lahan terbuka ataupun di dalam pot. Gunakan pupuk kandang sebagai zat penyubur tanaman tersebut. Jika Anda menggunakan bibit yang dibeli, Anda bisa memindahnya dari polibag ke lubang tanam.

Perawatan tanaman ini pun tergolong mudah. Anda hanya perlu melakukan pemupukan, penyiraman, dan penyiangan secara rutin. Selain itu, selama kondisi terjaga dan bibit yang Anda gunakan unggul, risiko terkena hama dan penyakit menjadi rendah.

Loading...
Loading...