Persiapan Kolam Pemijahan Gurami

Pertanianku – Sebelum digunakan, kolam pemijahan sebaiknya dipersiapkan terlebih dulu sebaik mungkin. Persiapan tersebut meliputi pengeringan kolam dan pemasangan kerangka dan bahan sarang sebagai tempat pembuatan sarang untuk peletakan telur induk yang sudah melakukan pemijahan.

Persiapan Kolam Pemijahan Gurami

Pengeringan kolam pemijahan dilakukan selama 2—3 hari. Tujuan pengeringan kolam adalah untuk membunuh hama dan sumber penyakit serta menghilangkan nitrit yang berada di dasar kolam. Hama pengganggu di kolam dapat berupa keong mas, ular, cacing, sepat, mujair, mas, dan lele. Sumber penyakit di kolam biasanya berupa bakteri. Bakteri di dasar kolam dapat diberantas atau dikurangi dengan penjemuran.

Rumput-rumput yang tumbuh di sekitar pematang juga harus dibersihkan agar tidak dijadikan tempat penempelan sarang telur oleh induk gurami. Dengan demikian, pengontrolan telur akan lebih mudah dilakukan. Rumput-rumput yang dibiarkan tumbuh liar di pinggiran pematang juga dapat menjadi tempat persembunyian hama pengganggu.

Selain tujuan di atas, pengeringan kolam juga bertujuan untuk memberikan suasana baru bagi gurami. Tanah yang kering akan memilki bau khas saat kolam tersebut terendam air. Suasana seperti ini akan memacu dan merangsang proses pemijahan gurami. Penciptaan suasana baru perlu selalu dilakukan agar gurami selalu terangsang untuk memijah. Namun, dalam membuat suasana baru bagi induk juga jangan sampai membuatnya merasa terganggu dan stres. Setelah dikeringkan, kolam siap diisi air dengan kualitas yang baik, yaitu jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan terbebas dari hama serta bibit penyakit. Ketinggian air kolam kurang lebih 0,75—1 m.

Kolam pemijahan yang telah terisi air kemudian dibiarkan minimal selama 3—4 hari. Selama itu, pemasangan kerangka sarang dilakukan sebagai tempat untuk meletakkan bahan pembentuk sarang. Kerangka pembentuk sarang dapat berupa sosog, rantingranting pohon, kayu, atau bambu yang cukup ditancapkan di dasar kolam sebagai tempat sarang. Selain itu, dapat pula dibuat lubanglubang di dinding pematang kolam sebagai tempat peletakan sarang ketika pemijahan telah dilakukan. Kerangka sarang ini diletakkan di pinggir dan tengah kolam. Penempatan kerangka sarang di bagian tengah kolam bertujuan untuk mengantisipasi induk yang tidak ingin membuat sarangnya di pinggir kolam. Hal ini biasanya terjadi karena kondisi pinggir kolam yang kurang nyaman atau banyak lalu-lalang orang.

Baca Juga:  Penggunaan Air Hujan untuk Budidaya Lele

Kerangka sarang yang dipasang tidak dibatasi jumlahnya. Semakin banyak jumlah kerangka sarang yang dipasang, akan semakin baik karena induk gurami akan lebih leluasa memilih tempat yang diperkirakan aman dan nyaman untuk meletakkan telurnya. Selain itu, untuk menghindari panas matahari dan air hujan secara langsung, sebaiknya sosog ditutup.

Bahan pembentuk sarang diletakkan di kolam sebelum induk dimasukkan ke kolam. Semakin banyak bahan sarang yang disediakan juga akan semakin baik. Bahan sarang yang diberikan dapat berupa ijuk, sabut kelapa, tali rafia, atau rumput kering. Bahan sarang sebaiknya diletakkan di tempat khusus atau bisa diletakkan begitu saja di tengah atau di pinggir kolam.

 

Sumber: Buku Usaha Pembenihan Gurami

 


loading...