Persiapan Lahan yang Harus Dilakukan untuk Menanam Jahe

Pertanianku — Lahan yang akan digunakan untuk menanam jahe harus dipersiapkan dengan matang agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik hingga panen. Lahan penanaman bisa dibuat menjadi berbentuk bedengan atau dijadikan hamparan begitu saja.

menanam jahe
foto: pertanianku

Lahan yang akan dibentuk menjadi bedengan adalah lahan berdrainase buruk. Misalnya, lahan yang sering terkena limpasan atau genangan dari air hujan atau sumber air lain seperti sungai, waduk, rawa, atau danau. Namun, bedengan juga tetap bisa digunakan untuk lahan yang sudah memiliki drainase baik.

Ada banyak keunggulan dari penggunaan bedengan, di antaranya memudahkan proses perawatan, akar tanaman jahe lebih kuat karena sering dibumbun, dan pembuatan bedengan diiringi dengan pembuatan parit yang bisa berfungsi sebagai jalan. Selain itu, parit juga bisa berfungsi untuk mengalirkan air yang jatuh ke lahan.

Sebelum dibuat bedengan, tanah dicangkul dan dibalikkan terlebih dahulu secara merata, tanah dicangkul sedalam 20—30 cm. Buat tanah jadi gembur, dan upayakan agar tidak ada tanah yang bongkahannya berukuran besar.

Selanjutnya, buatlah parit-parit dengan lebar bawah parit sekitar 30 cm dan lebar atas parit sekitar 60 cm. Jarak antarparit yang digunakan sebaiknya sama dengan luas guludan atau bedengan yang akan dibuat.

Setelah itu, buatlah bedengan/guludan dengan ukuran dan jumlah yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, lebar bedengan yang dibutuhkan adalah 120 cm dengan panjang yang disesuaikan dengan lahan yang dimiliki, mulai dari 5 m sampai 10 m. Setelah bedengan selesai dibuat, ratakan tanah di bagian atas bedengan.

Sebelum mengolah lahan, Anda harus mengetahui luas lahan terlebih dahulu karena luas lahan bisa digunakan sebagai patokan untuk jumlah bedengan yang bisa dibuat. Untuk ukuran bedengan yang dibuat akan berbeda-beda, bergantung pada jarak tanam yang digunakan. Jarak tanam tidak boleh terlalu dekat karena bisa berdampak buruk pada tanaman jahe. Namun, jika jarak tanam terlalu jauh dapat menyebabkan pemborosan lahan.

Baca Juga:  Gerakan Bogor Berkebun, Inovasi untuk Memudahkan Masyarakat Bertanam di Kota

Perhitungan juga harus dibuat untuk jarak antarbedengan, jangan sampai jarak antarbedengan terlalu jauh sehingga menyebabkan pemborosan lahan. Jarak antarbedengan bisa berfungsi untuk parit.

Selanjutnya, lakukan pengapuran untuk menghambat tumbuhnya penyakit dan dilanjutkan dengan pemupukan untuk membuat lahan jahe semakin subur. Seluruh informasi mengenai cara budidaya jahe dibahas secara lengkap dalam buku Jahe yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Segera hubungi admin penjualan Penebar Swadaya untuk mendapatkan diskon pembelian buku tersebut sebagai referensi usaha Anda.

 

 


loading...