Persyaratan yang Harus Anda Penuhi Sebelum Budidaya Nila

Pertanianku — Nila menjadi salah satu ikan konsumsi yang diminati oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia karena rasanya yang lezat. Sebelum mulai budidaya nila, Anda harus melengkapi beberapa persiapan teknis yang akan mendukung usaha Anda.

budidaya nila
foto: pertanianku

Lokasi

Lokasi menjadi salah satu indikator penting yang harus dipenuhi saat Anda akan memulai budidaya nila. Lokasi menjadi investasi pertama sehingga harus ditentukan dengan benar. Lokasi yang ideal untuk melakukan usaha ini adalah tersedianya sumber air serta mampu menjaga rasa keamanan dan kenyamanan pada ikan. Sebaiknya, pilih lokasi budidaya pada zona atau daerah perikanan agar memudahkan proses usaha Anda.

Loading...

Air

Persyaratan kedua yang harus Anda penuhi adalah ketersediaan sumber air berkualitas dengan kuantitas yang baik. Jika air tidak bisa Anda dapatkan dengan mudah di lokasi kolam, Anda membutuhkan usaha lebih banyak untuk melakukan pengadaan air. Selain usaha, Anda juga memerlukan biaya yang lebih tinggi.

Air yang harus dimiliki pun harus berkualitas dengan beberapa parameter, yaitu kandungan oksigen lebih dari 3 ppm, kadar nitrit kurang dari 0,5 ppm, pH air sebesar 6—8, dan suhu air berkisar 26—30°C, dan debit air yang dibutuhkan setiap pergantian kolam per harinya sebesar 25—50 persen.

Jika luas kolam sebesar 1.000 m2 dengan kedalaman air 1 meter, volume pergantian air setiap harinya sebesar 500 m3 dan ukuran debit yang dibutuhkan sebanyak 5,8 liter per detik.

Benih

Setelah lokasi dan air, benih menjadi syarat utama yang harus Anda perhatikan adalah kualitas benih yang berkualitas. Hal ini diharapkan benih memiliki laju pertumbuhan harian antara 3—5 gram/hari. Kelebihan tersebut bisa Anda dapatkan dari benih nila unggulan yang bisa mencapai pertumbuhan sebesar 500 gram dalam waktu yang lebih cepat. Benih tersebut biasanya dihasilkan dari program pemuliaan.

Baca Juga:  Jangan Berlebihan Saat Memberikan Pakan Ikan Nila

Jika Anda hanya menggunakan benih nila dengan standar yang rendah berukuran 200—300 gram dikhawatirkan memiliki perkembangan yang melambat setiap harinya. Dengan demikian, ikan membutuhkan waktu yang lebih lama agar bisa tumbuh berukuran ikan konsumsi.

 

Loading...
Loading...