Pertanian Masa Kini Tidak Libatkan Tenaga Manusia, Bagaimana Caranya?


PertaniankuPertanian masa kini semakin menguntungkan manusia. Bagaimana tidak? Manusia tidak lagi harus menguras tenaga untuk menggarap sebuah perkebunan atau pesawahan. Banyak alat pertanian yang sudah mengandalkan mesin-mesin canggih.

Pertanian masa kini
Foto: Google Image

Bahkan, para peneliti di Inggris telah berhasil menumbuhkan tanaman barley (semacam gandum yang digunakan untuk membuat bir) pertama di dunia tanpa melibatkan tenaga manusia, hanya dengan traktor dan drone robot.

Peneliti Martin Abell mengatakan, ada banyak pertanian yang sudah otomatis, seperti menggunakan kemudi GPS. Namun, jarang ada sistem bercocok tanam yang menumbuhkan seluruh tanaman tanpa ada manusia yang menginjakkan kaki ke ladang. Karena itu, proyek ini dinamai Hands Free Hectare.

Abell memaparkan, tanaman itu disemai, disemprot, dipantau, dan dipanen secara otonom dan ini adalah sesuatu yang bisa segera dilakukan petani untuk mempermudah pekerjaannya.

“Kami bisa menunjukkan kepada publik bahwa ini adalah sesuatu yang tidak terlalu jauh untuk dilakukan di masa depan, dan itu bisa terjadi sekarang,” ujarnya seperti dikutip National Geographic Indonesia.

Para peneliti menggunakan teknologi drone untuk mengotomatisasi mesin pertanian kecil, seperti traktor dan tempat sampah. Mereka juga menggunakan drone untuk memantau dan membawa sampel ke ahli agronomi untuk diperiksa.

“Mereka pada dasarnya adalah mata kami, jadi kami akan memantau lapangan menggunakan kamera multispektral dan mendapatkan citra dari lapangan yang menunjukkan tempat terkuat dan terlemah,” ungkap Abell.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Kami kemudian akan mengirim sedikit pembajak tanah yang akan mengumpulkan sampel untuk kami agar bisa melakukan agronomi. Dan ini berarti kami tak turun ke lahan dan memeriksa produksi sebanyak itu, karenanya metode ini melindungi tanaman sedikit lebih banyak,” lanjut Abell.

Baca Juga:  Manfaat Abamektin Sebagai Pestisida Tanaman

Para peneliti menggunakan menu autopilot dari drone agar traktor bekerja dalam pembibitan dan proses panen. Hal ini menurut Abell merupakan sesuatu tak biasa dalam penelitian.

“Kami hanya punya waktu setahun untuk mengerjakan proyek ini, jadi kami harus memilih sesuatu yang tidak memerlukan banyak pengembangan. Jadi kami harus menyesuaikan sistem itu agar bekerja seperti sistem kemudi otomatis dan mencapai garis lurus yang diketahui oleh petani,” katanya.