Perusahaan Asing Kuasai Benih, RI Terancam Kekurangan Pangan


Pertanianku – Ketua Umum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa mengungkapkan, kedaulatan pangan ditunjang oleh ketersediaan benih tanaman pertanian yang baik. Tidak hanya itu, untuk mendukung kedaulatan pangan benih juga mesti dikuasai oleh petani  dan penduduk lokal. “60% keberhasilan dan kegagalan usaha tani ditentukan oleh benih,” ujar Dwi sebagaimana dikutip Liputan6 (2/5).

Perusahaan Asing Kuasai Benih, RI Terancam Kekurangan Pangan

Namun demikian, Dwi mengatakan saat ini ketersediaan benih dikuasai oleh perusahaan multinasional. Dwi menyebutkan, 67% pasar benih dikuasai oleh 10 perusahaan multinasional. Sementara itu, 99,9 benih transgenik dikuasai oleh 6 perusahaan multinasional. “Di Indonesia 78% pasar benih dikuasai oleh perusahaan asing,” ungkap Dwi.

Hal itu diperkeruh dengan buruknya kondisi para petani saat ini. Ada sebanyak 28,55 juta penduduk miskin Indonesia, 62,8% merupakan petani. “Dalam kurun 10 tahun terakhir rata-rata 500 ribu keluarga tani harus keluar dari lahannya,” jelas Dwi.

“Agar kedaulatan pangan tercipta mesti mengembalikan kedaulatan benih pada petani lokal. Mengembalikan kedaulatan petani atas benih, mengembangkan benih lokal maupun varietas hasil persilangan oleh petani kecil merupakan kunci untuk mewujudkan kedaulatan pangan ke depan,” ungkap Dwi.

Baca Juga:  Peternak Ayam Apresiasi Kementan yang Fasilitasi Distribusi Jagung