Pestisida Tidak Boleh Digunakan Sembarangan, Ini Cara Tepat Menggunakannya

Pertanianku — Pestisida digunakan sebagai tindakan preventif sekaligus untuk menangani serangan hama. Namun, tahukah Anda, penggunaan pestisida tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa berdampak buruk bagi tanaman dan lingkungan di sekitarnya. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan saat menggunakan pestisida, simak ulasan berikut.

menggunakan pestisida
foto: Pexels

Alat penyemprotan

Lebih dari 70 persen pestisida diaplikasikan dengan cara disemprot. Cara pemberian ini dilakukan dengan menggunakan alat penyemprot. Bagian nozzle atau spuyer alat harus diganti setiap 6 bulan sekali. Anda harus memastikan bagian seperti tangkai semprot dan selang yang digunakan tidak bocor agar larutan pestisida tidak berceceran di area kebun.

Jenis pestisida

Tiap jenis pestisida memiliki spesialisasi mengatasi beberapa jenis hama. Untuk itu, Anda perlu memilih jenis pestisida yang sesuai dengan OPT sasaran agar pestisida yang diberikan tidak sia-sia. Gunakan dosis atau konsentrasi yang sesuai dengan anjuran yang sudah tertera. Jangan sekali-kali mencampur pestisida jika tidak direkomendasikan. Hal ini untuk meminimalisir dampak buruk yang merugikan.

Air

Ketika Anda ingin melarutkan pestisida dengan air, sebaiknya gunakan air dengan ph sekitar 4,5–5.

Waktu pemberian

Waktu pemberian pestisida turut memengaruhi keberhasilan. Waktu yang tepat untuk penyemprotan pestisida adalah sore hari atau ketika suhu sedang kurang dari 25C dan kelembapan kurang dari 80 persen.

Cara penyemprotan

Tekanan semprot harus cukup. Untuk penyemprot punggung cukup 3 bar dan untuk power sprayer cukup 8–12 bar. Kecepatan jalan sewaktu melakukan penyemprotan cukup 6 km/jam. Sementara itu, kecepatan angin saat penyemprotan sebaiknya diusahakan kurang dari 6 km/jam. Saat menyemprot, jarak antara nozzle atau spuyer dan tanaman sekitar 30 cm.

Jangan menyemprot pestisida secara berlebihan ke tanaman. Rata-rata volume semprot pada tanaman tomat sekitar 600 liter/hektare. Biasanya, akan terlihat bekas putih-putih pada ujung daun tanaman kalau penyemprotan dilakukan secara berlebihan.

Baca Juga:  Keistimewaan Andaliman yang Membuatnya Jadi Komoditas Ekspor

Penyemprotan yang berlebihan juga dapat menyebabkan dampak buruk pada beberapa tahun mendatang. Dampak buruk tersebut bisa terjadi pada tanah, perairan, tanaman, dan manusia yang mengonsumsi tanaman tersebut. Untuk itu, bijaklah dalam menggunakan pestisida, terlebih pestisida sistemik yang terbuat dari bahan-bahan kimia.