Petambak Garam Bisa Panen di Musim Hujan dan Panas dengan Sistem Tunnel

Pertanianku — Garam sudah menjadi kebutuhan utama yang selalu digunakan setiap hari. Seluruh masakan pasti membutuhkan garam, baik masakan gurih maupun yang manis. Selain itu, garam dibutuhkan untuk beberapa bidang industri. Oleh karena itu, garam termasuk komoditas strategis. Untuk memenuhi seluruh permintaan yang ada, kini petani di Indonesia mulai menerapkan sistem garam tunnel untuk produksi.

garam tunnel
foto: https://diperpautkan.bantulkab.go.id/

Garam tunnel merupakan teknologi atau sistem baru yang dapat membantu petani untuk tetap berproduksi meski sedang hujan. Petambak tradisional biasanya akan mengalirkan air laut ke pematang tambak untuk dikeringkan dan menghasilkan kristal garam. Sayangnya, teknik yang digunakan petambak tradisional sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga produksi dapat terhenti ketika hujan turun.

Pada dasarnya proses pembuatan garam dilakukan dengan cara menguapkan air laut. Penguapan tersebut dapat berjalan jika ada panas matahari atau sumber pemanas lainnya.

Teknologi garam tunnel dapat dibangun di lahan yang sudah dimiliki oleh para petambak. Petambak hanya tinggal menambahkan wdah penampung dengan bantuan geoisolator dan penutup yang dirangkai seperti lorong atau tunnel. Itu sebabnya sistem ini disebut sebagai garam tunnel.

Pada sistem ini proses pembuatan garam berlangsung secara tertutup, mulai dari proses air baku dari laut hingga berakhir di meja kristalisasi. Oleh karena itu, proses pembuatan tidak akan terganggu dengan cuaca. Selain itu, sistem ini dapat mempercepat pembentukan kristal garam.

Kualitas garam yang dihasilkan dari sistem ini terbilang cukup bagus, warnanya lebih putih dan bersih, sesuai dengan karakteristik garam yang disukai oleh konsumen. Pasalnya, garam yang dihasilkan tidak tercampur dengan tanah sehingga warna terlihat lebih cerah.

Garam merupakan salah satu sumber sodium dan klorida, dua unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam garam terdapat kumpulan senyawa kimia berupa Natrium Klorida (NaCL). Garam yang dibuat dengan sistem garam tunnel dapat mengandung kadar NaCL yang lebih tinggi dibanding garam biasa.

Baca Juga:  Tingkatkan Kekebalan Tubuh Ikan dengan Vaksin

Deretan terowongan garam yang dibangun oleh petambak juga menjadi daya tarik tersendiri di wilayah tambak sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk berswafoto di sekitar area tambak. Selain itu, garam tunnel tersebut juga berpotensi menjadi lokasi edukasi wisata bagi para pelajar yang sedang belajar proses pembuatan garam.

 


loading...