Petani Antisipasi Anjloknya Harga Gabah


Pertanianku – Program panen dan serap gabah petani merupakan salah satu cara mengantisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani saat panen tiba. Upaya distribusi pasokan yang stabil di tiap wilayah diharapkan sebagai cara yang efektif untuk menghindari lonjakan harga di tingkat konsumen. Hal ini terungkap saat Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menghadiri panen dan serap gabah petani yang dilakukan di Desa Tonralipu, Kecamatan Tansitolo, Kabupaten Wajo.

Petani Antisipasi Anjloknya Harga Gabah

Sebagaimana dikutip Kementerian Pertanian (12/4), Amran juga meninjau secara langsung panen padi dengan menggunakan mesin pertanian, yaitu combine harvester. Sinergi kuat yag terjadi antara TNI, Pemerintah Daerah dan Bulog bekerja sama menggerakkan aparat guna mengadakan penyuluh untuk petani untuk menyukseskan target pemerintah swasembada padi, jagung, dan kedelai.

Di Kabupaten Wajo luas tanah mencapai 52.000 ha, dan yang belum dipanen sekitar 35.000 ha. Hal ini membuat Amran meminta stakeholder yang hadir. Hasil panen di Kabupaten Wajo menghasilkan sebanyak 200.000 ton gabah, jika hal tersebut dapat terealisasi Mentan akan memberikan hadiah 30.000 ha benih untuk Kabupaten Wajo.

Amran menuturkan, pemerintah hadir memberikan kesejahteraan bagi petani dengan melakukan Serap gabah. “Kedaulatan pangan adalah ketahanan negara. Kalau petani miskin, negara lemah, kalau petani untung bangsa bisa maju.”

Baca Juga:  Atasi Permasalahan Pangan, JK Usul Adanya Keppres Mengecilkan Ukuran Piring
loading...
loading...