Petani Bawang Merah di Pati Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

Pertanianku — Pati merupakan daerah penghasil bawang merah terbesar di Pantura Jawa Tengah karena memiliki kebun bawang merah yang sangat luas. Tak heran sangat mudah menemukan sentra pertanaman komoditas tersebut yang bernama Bumi Mitra Tani. Pada Mei 2020, Pati memiliki 604 hektare lahan yang ditanami bawang merah dengan berbagai variasi  jenis dan umur tanam.

bawang merah
foto: pertanianku

Variasi yang paling banyak dibudidayakan adalah tajuk. Namun, memasuki musim kemarau, para petani mengganti varietas bawang merah tajuk menjadi varietas bauji yang lebih tahan dengan kekeringan. Untuk menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, para petani mulai menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan.

Hasilnya, para petani di Kecamatan Jaken dan Wedarijaksa berhasil mendapatkan panen sebesar 12 ton/hektare. Peningkatan produksi panen memang menjadi salah satu fokus yang sedang digencarkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dengan tetap mempertahankan mutu kualitas produk.

Loading...

Sepanjang lahan perkebunan bawang merah di Desa Tegalurung, Kecamatan Jaken, Pati sudah terlihat banyak dipasangi perangkap likat kuning. Perangkap tersebut digunakan untuk mengendalikan populasi hama yang kerap meresahkan petani sekaligus menekan biaya pestisida untuk membasmi hama tersebut. Penggunaan perangkap tersebut dinilai efektif untuk mengefisiensikan biaya produksi usaha tani.

Suhardi—ketua kelompok tani Joko Tani Desa Tegalurung, mengaku petani saat ini sudah mulai sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan dengan menerapkan pola budidaya yang ramah lingkungan untuk menjaga kontinuitas usaha tani.

“Awalnya memang masih pada ragu. Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang mau memasang perangkap likat. Gunanya selain untuk memantau serangga hama, sekaligus untuk mengendalikan populasinya. Lumayan efektif kok,” tutur Suhardi seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Menurut pengalaman Suhardi, penggunaan perangkat likat warna kuning dinilai efektif untuk menekan angka populasi ngengat atau imago ulat bawang. Sementara, perangkat likat berwarna biru atau putih bagus digunakan untuk mengendalikan hama tikus. Seluruh hama tersebut harus dikendalikan dengan bijak karena dapat menurunkan hasil produksi umbi bawang merah sebanyak 60 persen jika serangan yang terjadi sudah cukup berat.

Baca Juga:  Tips Menggunakan Top Soil untuk Media Tanam

Para petani juga menggunakan perangkap lampu dan feromon untuk mengendalikan hama ngengat pada malam hari. Cara tersebut dinilai efektif dan lebih ramah lingkungan.

Para petani perlahan juga sudah mulai beralih ke pupuk organik. Namun, untuk mengganti sepenuhnya pupuk dan pestisida menjadi organik membutuhkan beberapa tahapan terlebih dahulu tidak bisa dilakukan secara instan.

 

Loading...
Loading...