Petani Diimbau Melakukan Pengendalian OPT Sesuai dengan Jenisnya

Pertanianku — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) mengadakan bimbingan teknis dengan tajuk Diseminasi Inovasi Teknologi Hortikultura. Demi mendukung keberhasilan usaha tanam, pada bimtek tersebut petani diimbau untuk melakukan pengendalian OPT sesuai dengan jenis OPT yang menyerang tanaman.

pengendalian OPT
foto: Pertanianku

Petani kerap dihadapkan pada permasalahan yang disebabkan oleh faktor biotis. Faktor biotis merupakan gangguan yang disebabkan oleh hama, penyakit, dan gulma atau OPT (organisme pengganggu tanaman). Sementara itu, faktor abiotis merupakan gangguan yang disebabkan oleh tingkat kesuburan lahan yang rendah dan gangguan iklim.

Peneliti Balitbangtan Ir. Eli Korlina, M.Si., selaku narasumber yang mengisi bimtek tersebut menjelaskan tentang OPT. OPT terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok hama tanaman dan kelompok penyakit tanaman. Kelompok hama tanaman merupakan OPT yang terlihat kasat mata, sedangkan kelompok penyakit tanaman merupakan OPT yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata.

“Untuk pengendalian hama dan penyakit pada sayuran daun menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di antaranya budidaya tanaman sehat, pemanfaatan dan pelestarian musuh-musuh alami, pengamatan lahan secara mingguan atau rutin, serta pembinaan petani sebagai pakar PHT,” papar Eli seperti dilansir dari laman litbang.pertanian.go.id.

Eli menjelaskan, keberhasilan pengendalian OPT sangat bergantung pada jenis OPT yang menyerang sehingga petani dapat menggunakan teknik pengendalian yang tepat. Pasalnya, teknik pengendalian setiap jenis OPT berbeda-beda. Oleh karena itu, pengendalian tersebut akan menjadi sia-sia apabila tidak dilakukan sesuai dengan jenis OPT yang menyerang.

Lebih lanjut Eli menjelaskan bahwa pengendalian penyakit tanaman menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi jumlah inoculum pathogen atau menekan aktivitas pathogen yang masih aktif atau sedang dorman secara alami atau melalui manipulasi lingkungan. Pathogen tersebut dapat menimbulkan penyakit.

Baca Juga:  Keunggulan Anggur Prabu Bestari

Kasie Perbenihan dan Perlindungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Joko Triatmo menjelaskan, tujuan bimtek ini adalah memberikan ilmu pengetahuan kepada petani terkait inovasi teknologi penanganan OPT sayuran daun. Dengan wawasan yang luas, diharapkan petani dapat memajukan sektor pertanian di Indonesia.