Petani Jepang Kagumi Sifat Gotong Royong Indonesia Saat Panen


Petanianku Petani Jepang, Masakatsu Uchiyama, mengatakan dirinya kagum melihat praktik gotong royong masih dijunjung tinggi para petani Indonesia.

petani Jepang
Foto: Google Image

Kekagumannya muncul saat Uchiyama melihat langsung aksi saling membantu di masa panen itu ketika berkunjung ke sebuah lahan pertanian di Subang, Jawa Barat.

“Ini adalah sebuah keunggulan luar biasa dan saya harap tetap dijaga untuk ke depannya,” kata Uchiyama dikutip dari Republika, Senin (5/2).

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam seminar “Persahabatan Indonesia-Jepang Melalui Teknologi Pertanian” yang digelar Universitas Mercu Buana bersama Tokyo MX TV.

Pria asal Desa Ten-ei, Prefektur Fukushima ini mengatakan, pertalian saling membantu tersebut dalam bahasa Jepang disebut yui. Walaupun masih ada di daerah tertentu, Uchiyama mengungkapkan bahwa panen bersama-sama seperti di Indonesia ini sudah cukup jarang dilakukan oleh petani Jepang.

Selanjutnya ia mengungkapkan, panen padi di Jepang biasa dilakukan seorang petani saja dengan menggunakan mesin khusus. Menurut pemilik lahan pertanian penghasil beras Japonica seluas 15 hektare itu, perkembangan sektor pertanian di Jepang telah mengalami perubahan besar.

Menurut Uchiyama, tiap petani harus berusaha memikirkan bagaimana cara meningkatkan penghasilannya dengan efisiensi, meminimalisir sistem distribusi, dan menghasilkan produk berkualitas yang diminati konsumen. Jika petani terbukti dapat sejahtera, akan banyak generasi muda yang mau kembali menjadi petani.

“Di keluarga saya saat ini pun ada seorang putra yang dulunya kerja di kantor tapi dia sudah bertekad mulai April 2018 mau kembali ke desa dan menjadi petani seperti saya, meneruskan usaha saya,” katanya.

Ia menyebutkan, salah satu hal yang mencolok adalah generasi muda saat ini lebih suka bekerja kantoran atau di industri lain setelah lulus sekolah. Tidak banyak yang memilih sektor pertanian sehingga jumlah orang yang bergerak di sektor pertanian semakin sedikit dan harus mengandalkan mesin.

Baca Juga:  Indonesia Harus Contoh Pertanian Modern di Jepang

Alasan utamanya, yaitu kurangnya kesejahteraan dan pendapatan yang dianggap lebih rendah dibandingkan industri lain. Bahkan, Uchiyama juga pernah berpikir demikian. Akan tetapi, meneruskan usaha pertanian keluarga merupakan tanggung jawabnya setelah kematian mendiang kakak lelaki tertuanya.