Petani Panen Tiga Kali Setahun di Gunung Kidul


Pertanianku – Menanam padi di gunung pasti tidak mengherankan bagi sebagian masyarakat. Namun, jika menanam padi di gunung dan dapat memanen hasilnya sebanyak tiga kali dalam setahun, pasti tidak terbayangkan bukan?! Hal tersebut benar-benar terjadi di Gunungkidul Jawa tengah.

Foto: pixabay

Lahan di sela wilayah perbukitan di perbatasan antara Gunungkidul dan Jawa Tengah bisa ditanami padi yang bisa dipanen tiga kali dalam etahun. Bahkan, rata-rata lahan tersebut dapat memproduksi sekitar 10 ton per hektarenya.

Warga Dusun Sedono, Desa Pundungsari, Semin, saat melakukan panen raya padi mengatakan bahwa panen kali ini menjadi kebanggaan tersendiri karena di wilayah Sedono, petani dapat tiga kali memanen padi setahun. Padahal, untuk menuju ke dusun tersebut harus menaiki perbukitan yang cukup terjal.

Lahan persawahan yang berada hampir di atas bukit, terdapat ratusan kotak sawah mirip terasiring yang ada di Bali. Beberapa petani menunggui tanaman padi yang menguning dari serangan burung liar.

Salah seorang warga Sedono, Tumino, mengatakan, Dusun Sedono berada di wilayah perbukitan sehingga jarang ditemukan area yang datar. Namun, dengan adanya dua sumber air yang ada di puncak bukit dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pertanian. Untuk menahan air, dibuat embung sekitar 10 meter.

“Berkat sumber itu, setiap tahunnya kami dapat panen tiga kali. Kondisi ini merupakan hal yang sangat jarang dilihat di Gunungkidul karena rata-rata hanya panen dua kali saja,” katanya, seperti dilansir dari Kompas (27/9).

Warga hanya perlu bergantian dengan warga lainnya untuk memanfaatkannya, terutama musim kemarau. Saat petani lainnya membiarkan lahan pertaniannya berhenti mengairi, warga di dusun tersebut tetap bisa menanam.

“Warga tidak mengeluarkan biaya karena untuk pengairan menggunakan sistem gravitasi sehingga seluruh lahan bisa dialiri,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Sambas Kenalkan Tiga Jeruk Lokal

Warga sekitar bisa memanen padi hingga 10,4 ton padi setiap hektarenya. Total lahan persawahan di Dusun Sedono mencapai 25 hektare. Namun, untuk masa tanam ketiga area yang ditanami hanya seluas 15 hektare.

“Memang untuk musim kemarau luasannya tidak sebanyak saat musim penghujan, menyesuaikan sumber air, bukan karena lahan yang dimiliki warga tetap produktif,” terang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Semin Ngadiman.

Bupati Gunungkidul Badingah mengapresiasi panen padi di musim kemarau yang dilakukan oleh warga Dusun Sedono. Ia pun berharap ini bisa menjadi motivasi petani.

loading...
loading...