Petani Tebu Usulkan Pemerintah Naikkan HPP Gula


Pertanianku – Belum lama ini komoditas bahan pangan khususnya tebu menjadi perbincangan oleh beberapa pihak. Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia mengusulkan kenaikan harga patokan gula petani (HPP) menjadi Rp11.767 per kilogram (kg). Usulan HPP gula tersebut berdasarkan biaya produksi.

“Sebelumnya kami juga menerima masukan dari petani tebu,” kata Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin, belum lama ini sebagaimana dilansir dari Republika (18/4).

Lebih lanjut Nur mengungkapkan HPP sebelumnya sebesar Rp9.200 per kg. Di lain sisi, tahun ini ada kenaikan biaya pokok produksi, di antaranya biaya garap dan tebang angkut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Sementara perhitungan produksi tebu per hektarenya sebanyak 1.000 kuintal dengan rendemen 7,5 persen.”

HPP untuk jenis tanaman plane cane atau tanaman tebu pertama adalah Rp12.970 per kg. Untuk tanaman kedua, ketiga dan seterusnya dengan produksi tebu 900 kuintal per hektare dan rendemen 7 persen besaran HPP-nya sebesar Rp11.252 per kg.

Setelah dilakukan penghitungan, dihasilkan HPP rata-rata Rp11.767 per kg. Penghitungan tersebut sudah termasuk keuntungan petani sebesar 10 persen.

“Pada dasarnya, petani tebu tidak meminta HPP tinggi, akan tetapi angka Rp11.767 per kg dinilai cukup wajar,” lanjutnya.

Hal tersebut karena pabrik gula hanya memberikan rendemen 7,5 persen akibat pabrik gula sudah berumur tua. Nur memandang kondisinya akan berbeda ketika rendemen bisa lebih tinggi. Besaran HPP pun bisa di bawah angka tersebut.

“Kalau tingkat rendemennya bisa mencapai 8,5 persen maka HPP hanya Rp10.500 per kg,” ungkap Nur.

Baca Juga:  Diduga Terkontaminasi Salmonela, Lebih dari 200 Juta Telur Ditarik AS
loading...
loading...