Peternak di Italia Budidaya Ayam Petelur di Hutan

Pertanianku — Umumnya, ayam petelur dipelihara di peternakan. Namun, tidak dengan peternak-peternak di Italia. Mereka melakukan budidaya ayam petelur di hutan. Bagaimana bisa ya?

budidaya ayam petelur di hutan
Foto: Pixabay

Ayam biasanya diternakkan dalam kandang-kandang sempit dengan cahaya matahari minim. Akibatnya, ayam jadi tumbuh tak sehat. Ini adalah situasi yang sulit dihindari jika peternak dituntut untuk menyediakan daging dan telur dengan harga murah.

Beda halnya yang dilakukan seorang peternak di Italia yang punya cara unik untuk mengembangbiakkan ayam-ayam petelurnya. Massimo Rapella, 48, menjalankan peternakan yang benar-benar berbeda. Dia membudidayakan lebih dari 2.000 ekor ayam di tengah Hutan Alpen, tanpa kandang atau kurungan.

Loading...

Ayam-ayam petelurnya tampak lebih sehat karena bebas berkeliaran di hutan dan beraktivitas di bawah siraman cahaya matahari seperti ayam liar. Makanan mereka berasal dari alam, berupa biji-bijian, serangga, cacing, atau dedaunan. Akibatnya, telur yang mereka hasilkan pun lebih kenyal dan lezat.

Melansir dari Atlas Obscura, telur-telur yang dihasilkan di peternakan hutan Rapella dilabeli merek Uovo di Selva yang berarti telur hutan. Dijual langsung ke konsumen dan restoran terkemuka.

Rapella menjadi peternak karena kebetulan. Awalnya, dia dan sang istri mengelola yayasan nirlaba berbasis pendidikan di Valtellina. Namun, krisis moneter 2008 membuat pemerintah menghentikan bantuan kepada yayasannya. Mereka pun pindah ke pegunungan dan mulai memelihara beberapa ekor ayam untuk dikonsumsi sendiri.

Ayam-ayam itu dibiarkan berkeliaran di hutan dan lama-kelamaan merasa betah di sana. Mereka pun berkembang biak secara alami.

“Saya mulai berpikir apakah saya bisa membawa lebih banyak ayam dan menciptakan ‘telur Alpen’ untuk dijual di pasar lokal,” katanya.

Kini suami-istri Rapella telah memelihara 2.100 ekor ayam petelur produktif di hutan seluas dua hektare. Setiap hari Rapella bisa memanen sekitar 1.300 telur.

Baca Juga:  Begini Cara Menangani Daging dan Hewan Kurban Menurut Kementan
Loading...
Loading...