Peternak Kesulitan Jagung untuk Pakan Ternak

Pertanianku – Seperti yang kita tahu jagung merupakan salah satu pakan untuk ternak. Hingga saat ini pemerintah terus mengembangkan produktivitas jagung untuk pakan ternak. Bahkan, pemerintah kerap menyerukan bahwa komoditas jagung over supply dan juga telah menekan impor. Namun, pada kenyataannya peternak UMKM hingga saat ini masih sulit memperoleh jagung untuk pakan ternak.

Anggota Pokja Dewan Ahli Ketahanan Pangan Khudori mengatakan, sejak tahun lalu Badan Pusat Statistik (BPS) tidak merilis data pangan, begitu juga dengan tahun ini. Sebab, kata dia, BPS tengah berkonsentrasi memperbaiki proses pengumpulan data.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan data dalam pekerjaan, Kementerian teknis atau lembaga boleh mengeluarkan data. “Tapi bukan data yang dirilis publik, melainkan digunakan untuk internal,” katanya.

Lebih lanjut Khudori menyebutkan, selama ini Kementerian Pertanian sering melakukan pengumpulan data tetapi prosesnya masih harus diperbaiki. Perolehan data dilakukan bukan melalui survei atau pengecekan langsung ke lapangan, melainkan perhitungan pandangan mata. “Sangat besar sekali biasnya,” ungkapnya.

Menanggapi tidak adanya impor jagung, pengamat pertanian sekaligus guru besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santosa menilai ada keanehan, yakni meningkatnya impor gandum. “Ada kenaikan impor gandum hingga 3,2 juta ton,” lanjutnya.

Ia menegaskan berdasarkan perhitungannya sebagai akademisi, pemerintah perlu melakukan impor jagung tahun ini karena diprediksi defisit jagung sebesar 1,3—1,5 juta ton.

loading...
loading...