Peternak Lokal Menolak Keputusan Pemerintah Impor Daging Kerbau


Pertanianku – Pemerintah saat ini melalui Perum Bulog tengah melakukan impor daging kerbau asal India. Daging kerbau tersebut akan masuk bertahap dalam bulan ini hingga mencapai target pesanan sebanyak 10.000 ton.

Peternak Lokal Menolak Keputusan Pemerintah Impor Daging Kerbau

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana menyayangkan keputusan pemerintah terkait keputusan impor daging kerbau asal India.

“Jelas masuknya daging berisiko masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kedua, distorsi terhadap peternakan sapi rakyat. Semangat dan minat beternak sapi akan menurun drastis dan implikasinya kita menjadi net importer,” ujar Teguh Boediyana kepada Kompas (14/7).

Teguh memaparkan, seharusnya pemerintah menahan diri rencana mengimpor daging kerbau asal India atau daging dari negara manapun yang belum bebas PMK ke Indonesia.

Teguh mengatakan, terlebih, saat ini masih ada uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang (UU) No. 41/2014 yang membuka peluang masuknya daging sapi dari negara yang belum bebas PMK.

“Sebelum ada keputusan MK kita belum tahu ‘kan keputusan MK kaya apa kalo ternyata MK mengabulkan uji materi kami ‘kan konsekuensinya gak boleh itu masuk, bukan hanya dari India saja dari negara lain yang stastusnya belum bebas PMK,” papar Teguh.

Teguh meragukan soal kesehatan daging kerbau asal India yang diimpor oleh pemerintah.

“Nah ini yang kami masih ragukan, tapi kita tidak memperdulikan itu yang penting bahwa kita harus melakukan maximum security, kita nggak berani ambil resiko,” imbuh Teguh.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, menjelaskan selain daging kerbau, impor daging sapi juga akan terus berjalan.

Menurut Djarot, impor daging kerbau akan masuk lebih dulu daripada daging sapi, dan pihaknya perlu mengintervensi pasar sekaligus butuh waktu untuk mensosialisasikan daging kerbau ke masyarakat.

Baca Juga:  Indonesia Perlu Belajar dari Denmark Demi Bangun Pertanian Dalam Negeri

“Supaya bisa mengintervensi pasar lebih bagus. Pertama, itu ‘kan yang disuruh impor baru Bulog. Artinya, kita harus secepatnya. Kedua, biar kami ada waktu mensosialisasikan bahwa daging kerbau itu adalah daging sehat,” tutup Djarot.