Peternak Sapi Butuh Subsidi dan Bantuan dari Pemerintah


Pertanianku – Ketua Umum Koperasi SAE Pujon, Abdi Suwasono mengatakan bahwa peternak sapi membutuhkan bantuan pemerintah berupa subsidi dan bantuan pembiayaan dengan suku bunga rendah.

“Kita minta pemerintah untuk membantu subsidi pakan ternak dan bibit sapi impor,” kata Abdi.

Menurutnya Koperasi Pujon yang beranggotakan para peternak sapi telah melakukan beberapa program. Di antaranya memproduksi pakan dan membuat instalasi biogas untuk mengatasi permasalahan limbah sapi. Saat ini di Pujon telah terbangun 1.500 unit biogas.

Menanggapi permintaan tersebut Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengungkapkan salah satu solusinya adalah dengan pelatihan peternak dan petugas. Tak ketinggalan perlunya peningkatan kualitas pakan dengan bantuan mini feedmill serta pengendalian pemotongan betina produktif.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan telah melakukan upaya peningkatan nilai tambah. Di antaranya dengan peningkatan produktivitas dengan skala pemilik enam ekor, peningkatan kualitas produk dengan Total Plate Count (TPC) kurang dari satu juta, dan melalui pengolahan produk derivate/pabrikan. Selain itu, memperluas pasar dan produk sekunder/tersier, dan meningkatkan hasil produk-produk inovatif/kreatif seperti susu bubuk, UHT, keju, dan yoghurt.

Untuk meningkatkan jumlah sapi perah, dilakukan skema kredit permodalan bersubsidi. Di antaranya melalui KUR BRI dengan bunga sembilan persen per tahun, kredit pertanian Bank UMKM dengan bunga enam persen per tahun, serta kredit pangan BRI dengan suku bunga efektif.

“Selain bantuan permodalan, terdapat juga asuransi ternak sapi dengan premi asuransi sapi sebesar Rp200.000 per ekor per tahun,” ucap Gus Ipul. Asuransi ini dilakukan PT Jasindo dengan memperoleh subsidi dari pemerintah sebanyak 80 persen atau sebesar Rp160.000 per ekor setiap tahunnya.

Baca Juga:  NTT Siap Ekspor Bawang Merah Organik
loading...
loading...