Peternak Wajib Punya Alat Panen Telur Supaya Untung Berlipat


Pertanianku — Panen telur merupakan waktu yang selalu ditunggu-tunggu para peternak. Namun, sebelumnya Anda harus menyiapkan alat panen telur agar hasilnya bisa disimpan secara optimal. Selain itu, alat panen telur sangat berperan dalam menghasilkan dan menjaga produk telur yang berkualitas.

alat panen telur
Foto: Pixabay

Permintaan telur ayam/itik untuk pasar di dalam negeri masih terbuka lebar, khususnya untuk bahan pembuat martabak, roti, lauk (rawon, soto, dan nasi goreng), dan untuk produk olahan lainnya.

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki beberapa zat gizi yang amat baik dan mudah dicerna. Telur adalah sumber protein bermutu tinggi karena memiliki kandungan seluruh jenis asam amino dalam jumlah yang relatif seimbang.

Sebelum memanen telur, siapkan telebih dulu alat panen seperti egg tray (nampan/baki telur), lampu senter, keranjang ayam, tali rafia, timbangan, dan alat tulis. Penanganan setelah panen yang tepat pada bahan pangan dari ternak, khususnya telur berguna untuk menghindari kontaminasi dengan mikroba.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menjamin produk ternak yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Di Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya, penanganan telur belum seoptimal seperti di banyak negara maju, khususnya pada peternakan bersistem pemanenan konvensional.

Alangkah baiknya telur dipanen sebanyak tiga kali dalam satu hari. Hal ini bertujuan supaya kerusakan isi telur akibat virus dapat terhindarkan. Pengambilan telur pertama sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekira pukul 10.00—11.00 WIB. Pengambilan sesi kedua sebaiknya dilakukan pada pukul 13.00—14.00. Sementara, pengambilan sesi terakhir sebaiknya dilakukan sembari memeriksa semua kandang pada pukul 15.00—16.00.

Hasil tambahan yang bisa dinikmati dari hasil budidaya atau beternak itik atau ayam petelur ialah daging dari ayam atau itik yang afkir atau sudah tua. Selain itu, kotorannya juga bisa dijual untuk dijadikan pupuk kandang.

Baca Juga:  Cara Mudah Membuat Kotak Ayam Bertelur

Telur yang sudah dihasilkan diambil, lalu disimpan di atas baki atau nampan telur (egg tray). Dalam pengambilan serta pengumpulan telur tersebut, si pengambil harus segera memisahkan antara telur yang normal dan telur yang abnormal.

Telur normal merupakan telur yang kulitnya mulus, berbentuk oval, bobotnya lebih kurang 57,6 gram dan volumenya sebesar 63 cc. Sementara itu, telur yang abnormal berciri bentuknya lonjong, kulitnya retak atau keriting, dan telurnya berukuran kecil atau terlampau besar.

Sesudah telur dikumpulkan, telur yang kotor karena terkena tinja ayam atau litter segera dibersihkan. Telur yang terkena litter bisa dibersihkan dengan ampelas besi yang halus, dicuci dengan cara tersendiri atau dengan cairan khusus pembersih. Pada umumnya, pembersihan telur ini dilakukan untuk jenis ‘telur tetas’.