Peternakan Terbakar, 3.000 Ayam Siap Panen Mati Terpanggang

Pertanianku — Sebuah peternakan terbakar dan menghanguskan sekitar 3.000 ekor ayam broiler siap panen milik Emin, warga Mandala Desa Tanjungsari, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Diduga, kebakaran yang meluluhlantakkan kandang ayam tersbut berasal dari alat pemanas.

peternakan terbakar
Foto: Pixabay

Kebakaran kandang ayam milik Emin ini terjadi pada Sabtu (5/1) malam. Kebakaran terjadi karena di sekitar kandang ayam tidak ada aliran listrik, maka sang pemilik menggunakan mesin pemanas sebagai gantinya.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga yang tengah melakukan ronda. Mereka kaget ketika melihat kobaran api sudah mulai menyelimuti kandang ayam.

Loading...

Petugas ronda pun spontan memukul kentongan yang dibawanya. Warga lainnya mengira suara kentongan itu pertanda adanya kejadian pencurian. Hal itu sempat memunculkan keributan, beberapa warga bahkan membawa pentungan. Ketika melihat kobaran api, mereka baru menyadari adanya kebakaran.

“Pertama kali kejadian itu dilihat petugas ronda, spontan memukul kentongan. Semula dikira ada pencurian, mereka baru menyadari ketika melihat kandang ayam milik Emin terbakar. Warga juga langsung mencoba memadamkan kobaran api,” tutur Putu Altif, warga sekitar.

Dia menambahkan, warga juga berupaya melokalisir kobaran api agar tidak merambat ke rumah. Setelah berjuang hampir satu jam, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, kandang ayam berikut isinya sudah hangus.

“Kobaran api sangat cepat menjalar hingga seluruh kandang, ayam broiler yang terbakar itu sudah siap panen. Beruntung kobaran api tidak sampai menjalar ke tempat lain,” katanya.

Warga lainnya, Dadang menambahkan kebakaran tersebut berlangsung sangat cepat. Selain ayam broiler siap panen, seluruh peralatan juga tidak bisa diselamatkan.

“Api dengan cepat membesar hingga seluruh isi kandang hangus terbakar. Jumlah ayam yang terbakar sekitar 3.000 ekor,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ekspor Obat Hewan Sumbang Devisa Terbesar di Sektor Peternakan
Loading...
Loading...